100 Tempat Wisata Lombok Populer dan Tersembunyi -

100 Tempat Wisata Lombok Populer dan Tersembunyi

 

  1. Gili Trawangan

Gili Trawangan terletak di Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat. Lokasi Gili ini di sebelah barat laut Pulau Lombok,  Dengan waktu tempuh dari Pelabuhan Bangsal 25-35 menit atau dengan fast boat dari Teluk Nara di tempuh sekitar 10-15 menit

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga  gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok ini. Gili Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam.

Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving, snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.

Di Gili Trawangan , Gili Air dan Gili Meno   tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Kelebihan Gili Trawangan dibandingkan dengan pantai lain adalah kita dapat menikmati sunset dan juga sunrise sekaligus di pantai ini! Hal ini terjadi karena Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap timur dan menghadap barat, dan jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga baik sunrise maupun sunset dapat kita nikmati di pantai ini.

Di Gili Trawangan juga kita dapat melihat kesenian bela diri tradisional yang bernama presean atau stick fighting yang biasanya dipertontonkan disekitar pasar seni Gili Trawangan

 

  1. Gili Meno

Gili Meno terletak di Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat . Luas Gili Menoa sekitar 150 Ha. Di tempuh sekitar 20 menit dengan speedboat.Gili Meno adalah salah satu dari tiga pulau kecil, selain Gili Trawangan dan Gili Air, yang menjadi kawasan wisata bahari

Di sini terdapat taman burung yang mempunyai koleksi burung-burung langka dari Indonesia dan mancanegara. Pasirnya putih dan masih alami. 

Gili Meno adalah pulau terkecil sekaligus paling sunyi diantara gili lainnya. Seperti pada dua gili lainnya, Gili Meno juga dikelilingi oleh pantai dengan pasir yang indah. Pantai ini bisa Anda jelajahi sekitar 90 menit dengan jalan kaki. Tidak ada mobil atau motor di sini, sehingga keheningan dan kualitas udahnya tidak perlu diragukan lagi. Jika kebetulan barang bawaan Anda cukup banyak, Anda bisa menggunakan cidomo

Meskipun sunyi, sebenarnya Gili Meno juga dihuni oleh warga setempat namun hanya sekitar 400 orang. Sebagian besar penduduk tinggal di sekitar jalan yang menghubungkan satu bagian pulau ke bagian lainnya.

Selain kendaraan bermotor, listrik juga masih sangat jarang di sini. Hanya ada beberapa orang dan villa yang memiliki generator. Umumnya penduduk setempat masih menggunakan lilin/obor untuk penerangan dan menggunakan kayu bakar untuk memasak

  1. Gili Air

Gili Air terletak di Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat. Gili Air merupakan salah satu dari tiga pulau gili terkenal di Lombok, yaitu Gili Trawangan, dan Gili Meno. Dari ketiga Gili yang lain,  Gili Air adalah yang terdekat dengan Pulau Lombok. Ketiga pulau ini terkenal dengan keindahan pantainya, maka tak heran apabila Gili Air menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lombok. 

Gili Air menawarkan beberapa spot diving dan snorkling yang menawan. Di sini kita tidak akan kesulitan untuk memuaskan hasrat menyelam Anda karena disini banyak operator yang menyediakan peralatan dan pemandu selam. Sudut pantai yang biasa dikunjungi para penyelam adalah di bagian timur Gili Air.  Pemandangan bawah lautnya  luar biasa. Kita akan melihat  kuda laut, kura-kura,Ikan-ikan berwarna warni dan terumbu  karang yang indah. Kawasan yang biasa dipakai snorkling ini mempunyai kedalaman dari 1, 5 meter hingga 3 meter. 

Pulau ini memiliki luas 170 hektar dengan Mayoritas penduduk asli Gili Air berasal dari suku bugis dan suku sasak, dan mereka bermata pencaharian utama sebagai nelayan, pedagang, dan pemandu wisata.  Untuk mengelilingi pulau ini, Anda hanya butuh waktu 90 menit dengan berjalan santai mengitari bibir pantai.

Daya tarik utama Gili Air adalah sepi yang selalu melingkupi daerah ini, tidak seramai Gili Trawangan . Suasananya tenang khas pedesaan Lombok . Gili Air sangat cocok untuk wisatawan atau pasangan yang benar-benar ingin menikmati suasana yang jauh  dari hiruk pikuk kota.

 

  1. Gili Nanggu

Gili Nanggu adalah pulau yang terletak di Desa Medang Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gili ini merupakan pulau seluas 12,5 ha dengan beberapa gugusan Gili kecil tersebar di sekitarnya seperti Gili Kedis dan Gili Sudak

Gili Nanggu adalah “Gili lain” yang bisa disinggahi selain di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yang reputasinya sudah mendunia dan begitu ramai di kunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Namun serupa dengan Gili Trawangan, di Gili Nanggu terdapat pantai tak kalah cantik dengan hamparan pasirnya yang putih serta lautnya yang biru. Di tambah suasana alamnya yang hening, membuat pulau ini menjadi pilihan yang tepat bagi pengunjung yang ingin berlama-lama ataupun ingin menyepi di Gili yang cukup tersembunyi dan jauh dari keramaian

Karena selain memiliki pilihan akomodasi yang beragam, cottages dan restoran, di Gili ini juga turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari wahana watersports, jogging trek, perlengkapan diving atau snorkeling. Anda dapat melihat langsung ikan warna-warni menari-nari di dasar laut dangkal. Gili Nanggu cocok bagi pasangan yang sedang menikmati bulan madu mereka karena di sini kita dapat menikmati nyanyian suara burung yang akan  menemani merangkul Matahari terbit dan terbenam, menciptakan suasana romantis yang sulit ditemukan di pulau lain

  1. Gili Sudak

Gili Kedis ini terletak  di Desa Medang Kecamatan Sekotong,Kabupaten Lombok Barat. Lokasi di  pesisir Barat Daya Pulau Lombok. Berdekatan dengan Gili Kedis. 

Di antara Gili Nanggu, dan Gili Kedis, Gili Sudak adalah Gili yang paling dekat dengan daratan utama Pulau Lombok. Hanya perlu 5 menit saja menyeberang ke Gili Sudak

 Gili Sudak kita akan dimanjakan oleh pasir putih yang menyelimuti pulau ini, lengkap dengan air laut yang jernih. Deretan pohon cemara berbaris rapi di bibir pantai. Kalau anda suka snorkeling, Gili Sudak adalah lokasi yang pas untuk menyapa penghuni bawah air. Perairannya jernih, arusnya tenang, terumbu karang dan ikannya banyak

Di sini juga sudah ada akomodasi untuk penginapan di Gili Sudak Resort dan juga sudah ada fasilitas permainan air seperti kano, juga untuk snorkling. 

  1. Gili Kedis

Gili Kedis ini terletak  di Desa Medang Kecamatan Sekotong,Kabupaten Lombok Barat. Lokasi di  pesisir Barat Daya Pulau Lombok. Berdekatan dengan Gili Nanggu. 

Gili Kedis ini salah satu dari Gili yang anti mainstream. Kita  pasti kenal Gili Trawangan, Gili Air ataupun Gili Meno , namun untuk Gili Kedis karena tak terlalu populer, otomatis pengunjungnya tak banyak bahkan terkadang tak ada pengunjungnya sama sekali. Ketika berkunjung ke Gili Kedis, rasanya kita sedang berada di pulau pribadi

Gili Kedis ini berukuran kecil dan  kita hanya perlu berjalan kaki selama 10 menit saja untuk mengelilingi Gili Kedis. Luasnya tak lebih dari luas lapangan sepak bola, berkunjung ke sini rasanya  seperti berada di pulau pribadi  . Air laut di sekeliling Gili Kedis sangatlah jernih dan bening. 


Di Gili Kedis terdapat pepohonan dan pendopo yang dapat menjadi tempat berteduh pengunjung. Gili Kedis sendiri memiliki alam bawah laut yang indah. Terumbu karang yang masih asri cukup terjaga dan ikan-ikan cantik dapat dinikmati saat kita snorkling.

 

  1. Gili Kondo

Gili Kondo terletak di Desa Padak Guar Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dengan jarak sekitar 70 km timur kota Mataram. Gili Kondo merupakan satu dari beberapa pulau kecil atau gili di Timur Pulau Lombok. Lokasi Gili ini disekitar selat Alas, pemisah antara Pulau Lombok dan Sumbawa. Gili Kondo berdampingan dengan Gili Bidara, dan dekat dengan Gili Lampu dan Gili Kapal.

Gili Kondo mempunyai butiran pasir bak merica . Kalo kita menjejakkan  telapak kaki di hamparan pasir berwarna putih gading itu kita seakan seperti sedang terapi. Telapak kaki terasa rileks seolah dipijat di dalam timbunan pasir.

 

Di sini kita tidak hanya sekedar mandi dan berenang, banyak hal yang bisa dilakukan di Gili Kondo. Mulai dari berjalan kaki menyusuri pulau, menatap langit yang jernih, mencari terumbu karang mati yang langka dan masih indah seperti karang berwarna merah, melihat nelayan lokal menjaring ikan, snorkeling melihat aneka ikan hias dan terumbu karang yang masih terpelihara, dan menyaksikan fenomena Gili Kapal.

 

  1. Pulau Pasir

Pulau Pasir ini terletak di perairan desa Tanjung Luar Kabupaten Lombok Timur. Untuk  menuju Pulau Pasir ini jarak dari Dermaga Tanjung Luar dapat  ditempuh 15 menit dengan perahu.

Luas Pulau pasir ini kira-kira hanya sebesar lapangan futsal. Dimana pulau ini terlihat jika air laut sedang surut

Pemandangan di pulau ini sungguh sangat unik dan menakjubkan karena di sekelilingnya hanya ada hamparan air laut yang sangat bening dan juga kita dapat memandang megahnya Gunung Rinjani di Pulau  Lombok dari sini.

 

  1. Pantai Kuta Mandalika

Pantai Kuta Lombok terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Setelah menunggu hampir 29 tahun ,  Kawasan Pantai Kuta Mandalika pada tanggal 20-10-2017  di resmikan oleh Presiden Jokowi sebagai  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bawah pengelolaan BUMN yang bernama Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC ). Dengan akan di bangunnya berbagai sarana infrastruktur seperti hotel bintang 5 jaringan international, balai sidang dan instalasi penyaringan air laut. Dan dengan di tetapkannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di harapkan akan meningkatkan  perkembangan pariwisata Lombok Tengah. 

Kuta Mandalika seperti halnya pantai-pantai di Lombok mempunyai pantai pasir putih yang halus dengan air lautnya yang jernih. Dengan panjang pantai sekitar 1,6 km KEK Mandalika merupakan salah satu  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional karena merupakan salah satu dari 3 destinasi yang paling siap untuk di kembangkan selain Danau Toba dan Candi Borobudur. 

Pantai Kuta Lombok  sendiri merupakan Pantai yang memiliki pasir berwarna putih agak kecoklatan, pasir pantai di sini sering diibaratkan seperti merica. karena ukuran pasirnya yang besar-besar.Ciri khas pantai Kuta Lombok ini adalah adanya sebuah bukit di sebelah barat pantai, yang diberi nama Bukit Mandalika. Dari bukit ini kita bisa menikmati keindahan seluruh Pantai Kuta. Dan karena  air laut di pantai ini super jernih, membuat kita bisa melihat pemandangan terumbu karang dengan mata telanjang.

  1. Pantai Senggigi

 

Pantai Senggigi terletak di desa Senggigi kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat NTB . Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok berjarak sekitar 15 km dari kota Mataram.

Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok, walau tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali.  Ketika kita memasuki area pantai Senggigi, wisatawan serta merta disapa oleh lembutnya angin semilir yang menenangkan.

Dengan garis pantai yang panjang tersebut, Pantai Senggigi Lombok menyuguhkan gradasi warna pasir pantai dari hitam ke putih. Air lautnya memiliki ombak yang tidak besar, jernih, dan bersih. Ada banyak alasan yang membuat Pantai Senggigi di Lombok menjadi salah satu tempat wisata favorit di kalangan penikmat perjalanan mancanegara. Turis-turis yang datang ke pantai ini lebih senang menghabiskan waktunya dengan berjemur, berenang, snorkeling, atau sekedar bermain-main di tepian pantai.
Pantai ini menjelma menjadi salah satu tempat menarik di Lombok dengan pemandangan garis pantainya yang panjang, terlihat indah bila dipandang dari kejauhan dan ketinggian. 

Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan selam permukaan (snorkeling) sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

  1. Pantai Mawun

Pantai Mawun terletak di Desa Tumpak, Kabupaten Lombok Tengah NTB. berjarak  sekitar 60 Kilometer dari Kota Mataram dengan waktu tempuh 1,5 jam.

Pantai Mawun sebenarnya memiliki pesona yang cukup memadai untuk menjadi tempat wisata pantai. Pantai di Pulau Lombok ini merupakan bagian dari teluk. Garis pantainya berbentuk seperti tapal kuda, dengan dua bukit yang berada di sebelah Timur dan Barat. Pantainya juga berpasir putih, serta bertekstur lembut di pantai bagian tengah. Sedangkan di bagian sisi Barat, pasirnya bertekstur lebih kasar dan bercampur dengan pecahan karang.

Topografi garis pantai di bagian tengah cukup dalam dibanding sisi Barat dan Timur. Ombaknya juga relatif lebih besar. Karena bagian tengah berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Sedangkan di sisi Barat dan Timur terhalang oleh bukit. Sehingga di sisi ini memiliki ombak yang relatif tenang.

Jika Anda ingin bermain dan beraktivitas di Pantai Mawun, disarankan agar Anda memilih sisi pantai Barat atau Timur. Karena di kedua sisi ini, topografi pantai relatif landai dan berombak tenang. Sehingga, Anda beserta putra-putri Anda bisa bermain air dan beraktivitas. Pantai bagian tengah memang cocok untuk berenang. Namun karena relatif dalam dan berombak besar, sebaiknya Anda juga perlu berhati-hati. Karena di pantai ini tidak ada penjaga pantainya..

Anda juga bisa menjelajah kedua bukit yang ada di kedua sisi, yaitu sisi Barat dan sisi Timur. Dari puncak bukit tersebut, Anda bisa menikmati pemandangan cakrawala Samudra Hindia, jajaran perbukitan, serta garis pantai termasuk Pantai Mawun dari ketinggian.

  1. Pantai Tanjung Aan

Pantai Tanjung Aan terletak di Desa Kuta Lombok, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pantai ini berlokasi tidak jauh dari Pantai Kuta Lombok, hanya berjarak 3 km saja. Dari kota Mataram berjarak sekitar 75 km.

Berbeda dengan Pantai Senggigi dan Pantai Kuta, garis Pantai Tanjung Aan lebih pendek. Pantai ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, di mana tempat wisata ini seolah terbagi menjadi dua pantai. Yang pertama pantai berpasir putih halus seperti  bedak bayi dan pantai berpasir merica yang keduanya di pisahkan oleh sebuah bukit karang.

Aktifitas yang bisa dilakukan di Pantai Tanjung Aan adalah snorkling dan berenang. Pantai ini  ombaknya  cukup tenang dengan kedalaman yang relatif dangkal.  Pantai Tanjung Aan ini juga  tempat yang tepat untuk anda yang ingin berselancar, karena pada sore hari ombaknya mulai meninggi.

Pantai Tanjung Aan ini dikelilingi oleh beberapa bukit. Bila ingin melihat pemandangan Pantai Tanjung Aan yang indah dari ketinggian, kita bisa dengan mudah mencapai bukit tersebut.

  1. Pantai Selong Belanak

 

Pantai Selong Belanak terletak di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Dapat di tempuh 2 jam perjalanan dari kota Mataram.

Setelah melewati gapura Selamat Datang di Kawasan wisata Selong Belanak, begitu masuk lokasi pantai kita akan disambut dengan hamparan pantai putihnya dan rindangnya pohon-pohon besar yang menambah adem suasana pantai. Keindahan dan kealamian pantai yang bersih  mampu menghipnotis para pengunjung untuk berlama-lama menikmati suasana pantai ini. 

Pantai Selong mempunyai garis pantai yang melengkung menyerupai bulan sabit bila kita memandang dari ketinggian. Pantai ini masih alami dan memiliki pemandangan sunset atau matahari terbenam yang sungguh indah luar biasa. 
Deretan bukit yang mengelilingi pantai Selong Belanak akan menambah kesan eksotik yang mendalam. 

Bentangan pasir putih dan air laut yang biru kehijauan di jamin membuat kita ingin menghabiskan waktu libur di sini. Karena dengan air lautnya yang tenang aktifitas yang kita lakukan seperti berenang menjadi nyaman dan menyenangkan.

  1. Pantai Tanjung Bloam

Tanjung Bloam terletak  di Dusun Tangsi, Desa Temeak, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur NTB. Dengan waktu tempuh 2,5 jam dari kota Mataram.

Daya tarik Tanjung Bloam adalah keindahan batu padas yang menakjubkan. Dua tebing batu padas mengapit pantai Tanjung Bloam yang eksotis. Pada bagian kiri, tebing berbentuk seperti kue bakpao. Sedang pada sisi kanan, tebing berbentuk tak beraturan dan menjorok ke arah pantai. Warna tebing yang kekuningan dipadu dengan warna hitam membuatnya terlihat sangat kontras dengan warna air laut yang biru. Bagi penghobi fotografi, Tanjung Bloam adalah tempat yang sayang untuk dilewatkan.

Tanjung Bloam adalah daerah konservasi penyu yang memiliki habitat di sekitar tebing dan berada di sepanjang garis pantai yang terbentang dari ujung utara hingga ujung selatan. Selain itu, tempat ini memiliki keindahan alam yang masih natural karena belum banyak dikunjungi wisatawan. Begitu sampai di Tanjung Bloam, Anda akan disuguhi hamparan pasir putih yang lembut.

Air lautnya biru dan sangat jernih. Panorama ini sesekali disela dengan nelayan yang hilir mudik mencari ikan dengan menggunakan perahu kayu di pantai.

  1. Pantai Mawi

 

Pantai Mawi terletak di Desa Mekar Sari, Kab. Lombok Tengah. Dari Bandara Internasional Lombok, perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju ke pantai ini adalah sekitar 16 km

Obyek wisata Lombok ini berlokasi di sebuah tempat yang tersembunyi karena berada di balik perbukitan.Hamparan pasir putih dan jernihnya air laut yang merupakan ciri khas dari pantai Selatan Pulau Lombok membuat tempat wisata ini terlihat begitu menawan.

Bagi wisatawan yang menyukai olahraga surfing, Pantai Mawi merupakan salah satu tempat wisata di Lombok yang mampu memberikan tantangan kepada para peselancar

  1. Pantai Seger

Pantai Seger atau Pantai Putri Mandalika terletak di Desa Kuta  Kecamatan Pujut, Lombok Tengah NTB. Pantai ini berjarak sekitar 2 km arah Timur Pantai Kuta Lombok.

aktivitas pantai lainnya, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas pantai tersebut di

Pantai Seger Lombok ini. Seperti berjemur, berenang, selancar, dan tentu saja menikmati matahari tenggelam. 

Di Pantai Seger ini ada ritual yang cukup menarik setiap tahunnya. Ritual ini bernama “Bau Nyale”, yaitu berburu cacing laut atau “Nyale”. Riual ini dimulai ketika Nyale mulai muncul di sekitar pantai, yaitu sekitar bulan Februari sampai Maret. Ritual Bau Nyale adalah ritual masyarakat setempat untuk menghormati Putri Mandalika. Bau Nyale memiliki hubungan yang erat dengan Bukit Mandalika yang terletak tak jauh dari Pantai Kuta. Menurut mitos, “Nyale” merupakan teinkarnasi dari Putri Mandalika. Tak hanya menyaksikan, Anda juga bisa bergabung dalam acara perburuan cacing laut ini

Terdapat beberapa bagian perairan pantai ini yang memiliki perairan yang tenang. Diantaranya ada satu lokasi yang paling tepat untuk ber-snorkling. Namun bagi Anda yang menyukai tantangan, terdapat satu bagian pula yang memiliki ombak yang cantik. Di bagian ini Anda bisa memuaskan hobi surfing Anda.

 

  1. Pantai Pink

Pantai Tangsi atau Pantai Pink terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur, kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Untuk mencapai Pantai Pink, wisatawan dapat melewati rute dari kota Mataram ke Pantai Tanjung Ringgit karena letaknya yang berdekatan. Jalanan yang rusak dan berlubang membuat wisatawan membutuhkan waktu sekitar 2 jam berkendara untuk sampai ke sana.

Pantai ini merupakan salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir pantai berwarna pink, dan satu dari dua pantai di Indonesia yang memiliki pasir pantai berwarna pink.

Warna pink pada pasirnya terbentuk karena butir-butir asli warna putih pasir bercampur dengan serpihan karang merah muda. Bias sinar matahari dan terpaan air laut menambah semakin jelas terlihat warna pink pantai tersebut. Pantai ini begitu tenang dan hanya memiliki ombak yang kecil sehingga membuat wisatawan lebih nyaman ketika bermain disana. Keindahan Pantai Pink pun terlihat sempurna dengan hamparan bukit di sekelilingnya. Di sisi kiri ada bukit dengan padang rumput yang luas dan dari bukit inilah pemandangan Pantai Pink terlihat sangat indah. Selain itu, ada juga tanjung yang eksotis di sisi kanan dengan gazebo yang memang disediakan di atasnya.
Tidak berhenti di situ, keindahan alam bawah laut Pantai Pink juga sempurna dengan adanya terumbu karang dan hewan-hewan lautnya. Dengan ombak yang tenang, snorkeling menjadi kegiatan yang pas di pantai ini. 

Tidak cukup dengan menikmati keindahan alam Pantai Pink, kita juga bisa menyewa perahu nelayan setempat untuk berkeliling di gugusan pulau-pulau kecil Gili yaitu Pulau Pasir yang berada sekitar 2 kilometer dari bibir Pantai Pink. 

Selain itu, juga ada sebuah gua peninggalan Jepang di bukit sisi tengah Pantai Pink. Gua ini mirip dengan gua-gua peninggalan Jepang di Sumatera Barat dan wilayah lain di Indonesia ini, mempunyai diameter sekitar 1,5 meter.

  1. Pantai Batu Payung

Pantai Batu Payung tersembunyi di balik bukit Pantai Tanjung Aan. Keunikan pantai ini terdapat pada panorama alamnya yang didominasi oleh batu-batuan besar

Penggunaan nama Batu Payung pada obyek wisata Lombok ini karena terdapat 1 buah batu besar yang bentuknya mirip dengan payung yang belum terbuka.

Untuk menuju ke sana, wisatawan bisa menggunakan perahu dari Tanjung Aan atau melalui jalan darat dari Pantai Dusun Padau
Restoran yang menyajikan hidangan Asia a la carte dan prasmanan ini buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 6 sore dan prasmanan dari pukul 12 siang hingga 2.30 sore.

  1. Pantai Semeti

Pantai Semeti terletak  di  Desa Selong Belanak, namun pintu masuk ke lokasi pantai melalui Desa Mekar Sari. Pantai Semeti berdekatan dengan Pantai Selong Belanak dan Pantai Mawi.

Pada saat tiba di lokasi pantai, Anda akan langsung disambut dengan bentangan pasir putih yang begitu bersih. Biru kehijauan air laut di pantai ini tampak bergelombang membasuh pasir pantai dan menghantam batu karang di tepi pantai

Di antara batu-batu karang terdapat lekukan yang berisi air laut. Lekukan-lekukan yang terbentuk secara alami ini seperti sebuah akuarium alam yang indah

Umumnya  yang berkunjung ke pantai ini bukan untuk berselancar, tetapi berpetualang di antara batu-batu karang agar bisa menyaksikan aneka biota laut seperti ikan, terumbu karang, dan sebagainya di dalam akuarium alamnya yang berbentuk unik tak beraturan.

 

  1. Pantai Nambung

Pantai Nambung terletak di Dusun Pengantap, Desa Buwun Emas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB. Dari Kota Mataram, perjalanan dapat ditempuh selama dua jam perjalanan.

Hamparan pasir merica dan ombak Pantai Nambung yang tenang, seolah menyambut kedatangan wisatawan di pantai ini. Pantai Nambung memiliki bibir pantai cukup luas dengan pemandangan laut lepasnya yang indah serta jajaran perbukitan yang mengelilingi pantai.

Salah satu keunikan dari Panti Nambung adalah air terjun asin yang  berada di ujung Pantai ini. Untuk dapat mencapainya, kita harus berjalan kaki menyusuri pasir dan bebatuan di pesisir Pantai .Meski jarak tempuh ke lokasi tidak terlalu jauh. Namun pengunjung harus melewati hamparan pasir seperti butiran merica yang membuat kaki terasa berat melangkah. Demikian juga saat melewati bebatuan, pengunjung diharapkan hati-hati karena cukup rawan 

Sensasi air terjun air asin ini terjadi bila buih ombak putih yang menerjang karang, membentuk aliran air di antara bebatuan sehingga terbentuk sebuah air terjun yang akan jatuh di kolam di tengah  bebatuan  tepian tebing . Pemandangan ini yang selalu ditunggu setiap pengunjung yang datang ke tempat ini.

Namun untuk mendapatkan sensasi air terjun ini kita harus sabar menanti dan berhati-hati karena besarnya ombak tidak dapat di prediksi.  

  1. Gunung Rinjani

Gunung Rinjani terletak di Taman Nasional Gunung Rinjani mempunyai luas 41.330 hektar yang  secara administrasi berada di Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat.  

Ada 2  jalur utama  pendakian menuju Puncak Rinjani, yaitu Senaru dan Sembalun.  Jalur Senaru di Lombok Utara  dan Jalur Sembalun di Lombok Timur. Keduanya dapat di tempuh dari kota Mataram 2-3 jam perjalanan.

Dengan ketinggian  3.726 meter di atas permukaan laut, Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia. Pendakian ke puncak Rinjani adalah hal yang sungguh tidak mudah tapi bagi kita yang kuat secara fisik dan suka berpetualang layak untuk di lakukan , karena kita akan melihat salah satu pemandangan terbaik di negara ini.

Banyak hal yang bisa nikmati di Gunung Rinjani yang begitu indah. Di sekitar lereng Gunung Rinjani terdapat hutan yang rimbun dengan beberapa air terjun dan kita dikelilingi pemandangan yang menakjubkan.

Di ketinggian 2000 m dpl ada danau Segara Anak dengan luas kawah sekitar 1,1 Ha dan di tengahnya ada menjulang Gunung Bukit Jari. 

Di sekitar danau Segara Anak kita bisa menikmati kolam pemandian air panas .

Kita juga kita bisa berkemah dan berenang atau memancing di danau Segara Anak. 

 

  1. Bukit Pergasingan Sembalun

Sembalun adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Kecamatan Sembalun memiliki luas wilayah 217,08 Km2 terdiri dari 6 desa yaitu Desa Sembalun Bumbung, Desa Sembalun Lawang, Desa Sajang, Desa Bilok Petung, Desa Sembalun, dan Desa Sembalun Timba Gading.

Ibukota Kecamatan Sembalun berada di Desa Sembalun Lawang, yang berjarak sekitar 45 km dari ibukota Kabupaten Lombok Timur ( Selong ). Desa-desa  di Kecamatan Sembalun memiliki ketinggian bervariasi antara 800 hingga 1.200 meter diatas permukaan laut. Jarak tempuh tiap desa ke ibukota kecamatan relatif dekat, jarak yang paling jauh yaitu dari Desa Sajang dan Desa Bilok Petung yang mencapai 6 km dan 15 km.

Menikmati indahnya pemandangan di Sembalun yang menakjubkan bisa di lihat dari beberapa Bukit. 

  1. Air Terjun Sendang Gile

Air Terjun Sendang Gile terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasi wisata ini  berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Berjarak kurang lebih 60 km dari kota Mataram dengan waktu tempuh sekitar 2 sampai 3 jam. 

Untuk menuju lokasi air terjun ini dari pintu masuk di desa Senaru kita  harus berjalan kaki menuruni 315 anak tangga melalui sebuah lembah yang cukup terjal dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Air Terjun Sendang Gila (baca gile) terletak di ketinggian 600 m di atas permukaan laut. Dan memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter.  Air terjun ini terdiri dari dua tingkatan,  tingkat pertama muncul dari atas tebing dan jatuh ke dasar kolam dibawahnya.  Selanjutnya dari kolam ini air meluncur ke bawah lagi yang membentuk tingkatan kedua dan jatuh ke sungai yang ada di bawahnya. Dasar air sungai ini relatif datar, sehingga banyak orang yang mandi di bawah air terjun.

Konon nama Sendang Gile diambil dari cerita penduduk setempat yang secara tidak sengaja menemukan air terjun ini kala memburu singa gila yang mengacau di sebuah kampung dan kemudian lari masuk ke hutan.

Tak jauh dari Air Terjun Sendang Gila, di lokasi ini juga akan ditemui dua air terjun lain yaitu Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Batara Lejang.  Posisi keduanya berada di atas air terjun ini ke arah hulu. 

  1. Air Terjun Tiu Kelep

Air terjun Tiu Kelep terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Berjarak 60 km dari  kota Mataram. Dapat di tempuh dengan waktu sekitar 2 sampai 3 jam. Air terjun ini berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dengan sumber airnya berasal dari gunung Rinjani.

Tiu Kelep berasal dari  bahasa Sasak yang merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Lombok, tiu berarti kolam, sedangkan kelep bermakna terbang. Terjemahan bebasnya adalah kolam tempat buih-buih air beterbangan. Pada saat-saat tertentu, butiran air yang beterbangan itu memunculkan pelangi di ujung air terjun.

Air Terjun Tiu Kelep memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat.  Terjunan airnya cukup deras dan besar dengan kolam yang terbentuk di bawahnya tidak begitu dalam hanya sepinggang orang dewasa.  Juga dasar kolam yang lembut dan datar memungkinkan pengunjung dapat berenang. 

Posisi Air Terjun Tiu Kelep berada di hulu dari  air terjun Sendang Gile yang berada di bawahnya, dimana jatuhan air dari Air Terjun Tiu Kelep ini nantinya akan melewati tebing miring yang berlumut hijau membentuk Air Terjun Sendang Gila. 

 

  1. Air Terjun Benang Setokel

 Air terjun Benang Setokel terletak di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Keliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah , Nusa Tenggara Barat. Berjarak sekitar 30 km dari Kota Mataram ke arah timur dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Nama Benang Stokel dalam bahasa setempat berarti segumpal benang.  Nama ini diberikan karena bentuk air terjun ini menyerupai benang yang diikat menyatu. 

Air Terjun Benang Setokel memiliki 2 terjunan air yang berketinggian sekitar 30 meter.  Air terjun disebelah kiri memiliki debit yang lebih besar dibandingkan yang kanan.  Sementara itu di bawahnya terdapat kolam kecil tempat penampungan curahan air yang jatuh dari atas.  Kolam ini dapat digunakan untuk mandi dan berenang.  Air terjun ini berada di ketinggian 552 m dari permukaan laut (dpl) di kawasan Wisata Taman Nasional Gunung Rinjani.

Sekitar 500 meter ke bagian hulu atas dari lokasi Air Terjun Benang Stokel terdapat juga air terjun yang bernama Air Terjun Benang Kelambu

 

  1. Air Terjun Benang Kelambu

Terletak di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Keliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Propinsi Nusa Tenggara Barat.   sekitar 32 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar 1 jam perjalanan

Air Terjun Benang Kelambu berdekatan dengan air terjun Benang Setokel. Dimana posisi air terjun Benang kelambu di bagian huklu dari Air terjun Benang Setokel. Berjarak 1 Km dari air terjun benag setokel dapat di tempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit.

Air terjun ini keluar dari sela-sela pohon gambung yang rindang dengan enamcderet titik air tercurah dari atas bukit mirip dengan kelambu/ tirai.  Karena itulah air terjun ini disebut Benang Kelambu. 

Di kawasan Air Terjun Benang Kelambu ini terdapat dua kelompok air terjun, keduanya bersumber dari mata air.  Kelompok pertama berada di sebelah kiri jika kita turun dari undakan jalan tangga dan terdiri atas dua terjunan air.  Sedangkan kelompok kedua, yang menjadi air terjun utama, berada tepat di depan jika kita turun dari undakan jalan tangga.  Kelompok kedua ini terdiri atas empat terjunan air.

 

  1. Air Terjun Mangku Sakti

Air terjun Mangku Sakti terletak di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur NTB. Air Terjun Mangku Sakti berada di kaki Gunung Rinjani. Dari Desa Sembalun Lawang berjarak sekitar 4 Km. Dari Kota Mataram ditempuh sekitar 5 jam perjalanan.

Air terjun Mangku Sakti mempunyai ketinggian kurang lebih 40 m. Karena derasnya air yang jatuh dari ketinggian cukup keras disini tidak disarankan untuk mencoba jatuhnya air terjun tersebut, Kita cukup merasakan dinginnya air terjun tersebut sambil berenang di kolam bawahnya seluas sekitar 15 m2 dengan kedalaman  sekitar 2 - 4m.

Untuk mencapai air terjun ini dari Desa Sajang kita harus berkendara motor, dan kita akan melewati hamparan rumput untuk sampai ke tepian hutan tempat area parkir motor. Di mana di sini ada beberapa pendopo dan juga petunjuk arah . Ada juga  air terjun lain dekat Air Terjun Mangku Sakti yaitu Air Terjun Kodec dan Air Terjun Kuda Sembrani. Selanjutnya sekitar 500 m kita akan trekking karena jalanan di depan kita yang naik turun bukit serta jalanan setapak yang berpasir juga berbatuan.  
Akhirnya setelah perjalanan yang cukup melelahkan untuk ke air terjun ini akan terbayar saat kita mendapati pemandangan yang luar biasa indah. Selain berenang aktifitas yang dapat kita lakukan di sini adalah jump cliff di bebatuan yang tingginya kurang lebih 5 m dari kolam, yang letaknya ke bawah  tak jauh dari dari air terjun ini. 

 

  1. Bukit Malimbu

Bukit malimbu terletak di Desa Malimbu, Kecamatan Batulayar, Kabupaten  Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Berjarak 24 km dari kota Mataram yang dapat di tempuh dengan waktu 30 menit.

Bukit Malimbu merupakan sebuah bukit yang dekat dengan pantai Senggigi berjarak sekitar 7 km . Bukit Malimbu mempunyai 2 point view Bukit Malimbu 1 dan Bukit Malimbu 2. Dan Bukit Malimbu 2 ini yang biasa di sebut Bukit Malimbu.

Dari bukit Malimbu kita bisa melihat indahnya Pantai Senggigi maupun Gunung Agung di Bali.

Bukit Malimbu merupakan salah satu dari 2 rute dari kota Mataram menuju Gili Trawangan .  Sehingga wisatawan yang datang ke Lombok dan ingin ke Gili Trawangan selalu melewati Bukit Malimbu.

 

  1. Desa Sade

Desa Sade adalah salah satu dusun di Desa Rembitan, Pujut, Kabupaten  Lombok Tengah, NTB. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak

Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.

Penduduk desa ini  masih menjaga keutuhan budaya dan pola hidup yang diwarisakan leleuhur mereka sejak 600 tahun yang lalu seperti bentuk bangunan, adat istiadat, tarian dan permainan musik, gaya berpakain dan penggunaan perlatan untuk keseharian mereka masih dalam kategori tradisional.

Karena itu Desa Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Kita bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Dengan atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, dan dindingnya  dari anyaman bambu, dengan lantai langsung beralaskan tanah.
Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’

Beberapa hal unik tentang desa Sade antara lain :

  • Desa seluas 5,5 Hektar ini, memiliki  rumah tradisional sejumlah 150 dan setiap rumah terdiri dari satu kepala keluarga, dengan jumlah penduduk sekitar 700 orang.

Semuanya masih merupakan satu keturunan, karena masyarakatnya melakukan perkawinan antar saudara dan bagi mereka pernikahan seperti ini mudah dan cukup murah, dibandingkan menikah dengan perempuan dari desa lain dan harus mengeluarkan beberapa ekor kerbau.

  • Setiap Bangunan di desa ini seperti masjid, rumah, lumbung padi dan tempat pertemuan umum memiliki ciri khas arsitektur Suku Sasak dimana dindingnya menggunakan pagar anyaman dari bambu dan tiang terbuat dari kayu, dengan atap yang terbuat dari alang-alang kering.

Keistimewaan dari bangunan yang di desain seperti ini adalah akan menyejukkan di saat cuaca terik dan terasa hangat ketika malam hari.

Salah satu keunikan dari rumah yang ada adalah cara perawatannya. Lantainya terbuat dari tanah liat yang di campur dengan sedikit sekam padi dan setiap sekali dalam seminggu atau pada waktu-waktu tertentu seperti sebelum di mualainya upacara adat lantai rumah digosok dengan kotoran kerbau dicampur sedikit air, kemudian setelah kering disapu dan digosok dengan batu.

Penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu membuat lantai terasa halus dan lebih kuat. Masyarakat setempat percaya bahwa kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga, namun bila kita di dalamnya tidak mengeluarkan bau kotoran.

Bangunan rumah di desa ini juga terbagi menjadi 3 tipe menurut penggunaannya:

  1. Bale Bonter yakni rumah yang dimiliki oleh pejabat desa.
    2. Bale Kodong untuk warga yang baru menikah atau orangtua untuk menghabiskan masa tua.
    3. Dan Bale Tani yang digunakan sebagai tempat tinggal mereka yang berkeluarga dan memiliki keturunan.
  • Kita juga dapat melihat atraksi budaya pada waktu tertentu di Desa Sade seperti permainan alat musik tradisional yang dikenal dengan Gendang Beleq, Tarian Cupak Gerantang dan juga Tarian Presean
  • Kaum perempuan di desa ini melakukan pekerjaan menenun kain, ketrampilan menenun merupakan bagian dari tradisi yang terus diwariskan dan menurut aturan adat bahwa seorang anak gadis yang cukup umur tidak boleh menikah jika belum bisa menenun kain. Salah satu produk kain tenun yang menjadi ciri khas Lombok adalah kain songket.

Kita  dapat langsung melihat proses dan belajar bagaimana membuat kain tenun di Desa Sade yang dimulai dari pemintalan kapas kering menjadi benang. Benang yang telah rapi kemudian akan diberikan perwarna yang berasal dari bahan-bahan alami. Pembuatan kain songket sepanjang 2 meter memerlukan waktu pengerjaan antara dua minggu hingga tiga bulan, tergantung pada tingkat kerumitan polanya dan jenisnya.

 

  1. Desa Sukarara

Desa Sukara terletak di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Lokasi Desa Sukarara sekitar 25 Km dari kota pusat  Mataram atau sekitar 30 menit perjalan, dan sekitar 5 Km dari kota Praya atau 5 menit perjalanan.

Desa Sukarara adalah nama sebuah desa kecil yang sangat indah dan merupakan salah satu pusat kerajinan tenun tradisional atau songket.

Sebagian besar perempuan yang ada di Desa Sukarara ini bekerja sebagai penenun. Untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tenun tradisional yang diwarisi oleh nenek moyang mereka maka para perempuan di Desa Sukarara ini diwajibkan untuk belajar menenun. Pekerjaan menenun ini biasanya mereka lakukan di teras depan, dan kebiasaan ini masih mereka lakukan sampai saat ini. Pemandangan ini akan anda jumpai hampir pada setiap rumah yang ada di desa Sukarara

Bila tertarik membeli kta bisa memilih berbagai macam motif. Seperti motif Keker, Serat Penginang, Cungklik, dan lain sebagainya. Namun motif yang paling disukai dan menjadi ikon desa ini adalah motif “Subahnala”. Nama motif tersebut diambil dari kata “Subahanallah”. Karena ketika menenun motif ini, para penenun sering mengucapkan kata tersebut. Sebab motif ini memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi, dan diperlukan waktu yang cukup lama untuk membuat tenunan bermotif Subahnala.

Namun jika kita penasaran dengan proses menenun kain, kita bisa melihatnya di toko cinderamata besar di desa ini untuk akan menyaksikan deretan alat tenun tradisional, yang dioperasikan oleh pria dan wanita Desa Sukarara. Bahkan jika berminat kita juga bisa mempelajari sedikit keahlian menenun masyarakat Desa Sukarara.

  1. Desa Banyumulek

Desa Banyumulek terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Desa Banyumulek  berjarak sekitar 14 kilometer jika ditempuh dari Kota Mataram memiliki luas sekitar 4,2 hektar yang sebagian  besar ditempati oleh warga asli Lombok, 

Desa Banyumulek merupakan sentra industri gerabah di seantero Pulau Lombok sejak tahun 1990-an, di mana 80% penduduknya berkecimpung dalam pekerjaan tersebut 

Desa Banyumulek merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan. Desa ini dikenal sebagai tempat perajin gerabah membuat karyanya.Gerabah yang dihasilkan dari desa ini cukup menarik bagi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak heran jika gerabah hasil buatan penduduk di desa banyumulek Lombok biasa di eksport. Dengan berbagai macam motif dan bentuk gerabah di desa ini, sangat berbeda dengan buatan di daerah lainnya. Dengan mengangkat motif – motif unik yang menggambarkan kekhasan dari desa banyumulek Lombok sendiri.

Di sepanjang jalan desa, kita  akan menemui banyak galeri dan toko di kedua sisi jalan. Di galeri tersebut kita bisa menemui bermacam gerabah dengan varian yang lebih lengkap. Mulai dari ukuran, bentuk, warna, motif hiasan, keunikan, sampai fungsi yang bervariatif. Gerabah-gerabah tersebut tentu saja merupakan hasil karya pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini. Beberapa diantaranya berupa vas bunga pasir, gentong telur, berbagai bentuk celengan, cas gepeng, adik-kakak ukir asam, kap lampu, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

Namun kita  bisa menemui sebuah produk kerajinan gerabah Desa Banyumulek yang khas, yaitu Kendhil Maling. Kendhil yang satu ini cukup unik, karena memiliki desain dan cerita yang berbeda dari kendhil-kendhil biasanya. Kendhil Maling memiliki lubang di bagian dasarnya. Lubang ini dipakai untuk memasukkan air ke dalam kendhil. Seperti cara aneh seorang maling, yang tidak memakai jalan biasa (lewat atap atau lewat jendela, bukan lewat pintu) ketika hendak masuk ke sebuah rumah. Uniknya, desain yang khusus pada Kendhil Maling membuat air tidak keluar dari lubang tersebut saat kendhil diletakkan kembali.

Selain Anda bisa membeli gerabah yang di jual di tempat ini, Anda juga bisa melihat cara pembuatannya dan juga belajar bagimana cara membuatnya. 

  1. Desa Segenter 

Desa Segenter terletak di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok NTB. Berjarak sekitar 90 Kilometer dari Kota Mataram di tempuh dalam 2 sampai 3 jam perjalanan.

Untuk memasuki Desa Adat Segenter kita  akan melewati gerbang yang terletak setelah plasa Selamat Datang. Gerbang ini merupakan satu-satunya pintu masuk dan keluar dari Desa Segenter. Desa Segenter yang memiliki luas sekitar 3 Hektar ini dikelilingi oleh pagar, dan hanya mempunyai 1 pintu. Memasuki Desa Segenter kita akan menemui deretan rumah yang tertata rapi. 

Desa Segenter adalah salah satu desa adat tertua di Lombok. Desa di kaki Gunung Rinjani ini  memiliki bentuk rumah adat yang sangat khas dan masih terjaga hingga saat ini. Seperti layaknya bangunan adat di Lombok lainnya, bangunan khas Desa ini terbuat dari bambu dengan atap alang-alang. Lantainya terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran sapi. Uniknya, setiap dua rumah yang berhadapan terdapat 1 buah Berugaq sebagai balai tempat menerima tamu.

Meski berada di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, namun masyarakat Segenter bukanlah orang Bayan. Mereka merupakan bagian dari masyarakat Sasak, sama halnya mereka yang tinggal di Desa Sade maupun Ende . Karena itu rumah disini seperti rumah tradisional Suku Sasak umumnya berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 6×7 Meter. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, namun sekarang sudah ada beberapa rumah yang berdinding batu bata. Keduanya masih beratap tradisional, yaitu berbentuk limas dengan atap ilalang. Semua rumah adat tersebut masih berlantai tanah.

Di dalam rumah biasanya terdapat dapur, Amben Belek (tempat peralatan dapur), tempat tidur, serta Inan Belek. Inan belek ini merupakan ruangan istimewa. Ruangan ini dibangun sebagai ruangan khusus, dengan lantai kayu yang agak tinggi. Biasanya ruangan ini dipakai khusus untuk pengantin baru, sampai hari ketiga. Jika sebuah rumah tidak mempunyai Lumbung, Inan Belek juga bisa difungsikan sebagai gantinya.

Di Desa Segenter, biasanya satu generasi mendirikan rumah dalam satu area. Rumah orang tua berada di sisi Timur, sedangkan anak-anak menempati rumah yang terletak di depan rumah orang tua (di sisi Barat). Kedua rumah ini saling berhadapan dengan pemisah sebuah Berugak ditengah-tengahnya. Berugak tersebut dibangun dengan ukuran sekitar 4×6 Meter, yang difungsikan sebagai tempat untuk bercengkrama antara orang tua dengan anak. Serta menjadi tempat untuk belajar bersama, dan juga menerima tamu.

 

  1. Desa Bayan

Desan Bayan terletak di jalan Labuan lombok, kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat atau sekitar 80 km dari ibukota provinsi NTB Mataram.

Di Desa Bayan  terdapat sebuah mesjid tertua di Lombok  yang dibangun pada abad ke-16.  Masjid Bayan tersebut dibangun oleh Syeikh Gaus Abdul Razak yang merupakan salah seorang penyebar agama islam di Lombok. Masjid yang berbentuk bujur sangkar dengan ketinggian 125cm ini berdiri ditas pondasi batu belah.  Atapnya bukan terbuat dari rumbia atau ilalang, melainkan dari bambu.

Nama Bayan diberikan ketika Islam berkembang pesat sekitar abad ke 16, dibawa oleh para ulama dan pedagang yang singgah di pelabuhan Carik, menurut sejarah yang berkembang labuhan carik adalah pelabuhan yang sangat strategis dan menjadi bagian wilayah yang dikelola kerajaan, lokaq sahbandar adalah gelar  tetua adat yang mengelola pelabuhan carik.

Setelah Islam diterima  sebagai Agama kerajaan kemudian daerah ini diberikan nama Bayan, Bayan   berasal dari bahasa Arab  berarti penerang dan bersamaan dengan itu bagi Raja dan keluarga kerajaan yang saat itu masuk Islam oleh para mubalig  diberikan gelar raden kepada  laki-laki , sedangkan bagi  perempuan tetap dengan sebutan denda yang merupakan panggilan wanita keturunan kerajaan saat itu, pemberian gelar ini  dimaksudkan untuk menghargai keturunan keturunan kerajaan yang telah menganut ajaran islam sama seperti di Jawadwipa karena pembawa siar islam ke Bayan adalah Berasal dari Pulau Jawa.

Sehari-hari, Masjid Bayan Beleq tidak lagi digunakan oleh masyarakat sekitar. Namun, masjid ini akan kembali ramai pada hari besar agama Islam. Salah satunya pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad. Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad ini biasanya diadakan selama dua hari. Di saat perayaan, Masjid Bayan Beleq akan dipenuhi oleh pengunjung. Pada perayaan acara ini, para pengunjung yang ingin mengikuti prosesi upacara diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang ada, semisal harus menggunakan baju adat Sasak seperti dodot dan sapuk.

 

  1. Desa Setanggor

 Desa Setanggor terletak di wilayah Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Desa yang memiliki 14 dusun ini mampu  mengemas paket wisata komplit. Desa wisata Setanggor didesain dengan desa wisata halal. Mulai dari wisata budaya sampai kuliner. Ada 7 jenis wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Setanggor ini, mulai dari wisata religi sampai wisata agro. Wisata religi itu kegiatannya mengaji di tengah sawah. Kalau wisata ritual dengan mengadakan ziarah ke Makam Mertakmi yang merupakan makam keramat. Di sana ada disediakan rumah pohon bagi yang suka foto-foto. Kemudian ada wisata seni budaya di sanggar itu, lalu wisata tenun dengan melihat proses menenun.

Ada juga wisata kebun dimana para wisatawan dapat memetik ubi di kebun lalu makan siang di tengah sawah. Wisata agro itu pengunjung diajak ke kebun buah naga, sedangkan wisata terakhir yaitu permainan anak tradisional sama pepausan huruf Sasak

Sambutan pertama saat menjejak kaki di Setanggor adalah musik gendang beleq yang dimainkan warga. Setiap wisatawan yang datang berkunjung akan dipakaikan kain serta lambung untuk perempuan sebagai penerapan halal tourism village.

Setelah itu, wisatawan akan dibawa  ke sanggar seni untuk disuguhkan berbagai kesenian tradisional yang dibawakan oleh anak-anak dan remaja Desa Setanggor. 

Setanggor sendiri juga punya tenun khasnya sendiri. Apalagi hampir setiap perempuan di Setanggor memiliki kemampuan dasar menenun. Iya, skill ini diturunkan dari ibu ke anak perempuannya. Begitu seterusnya. Dengan adanya sentra tenun, maka masyarakat tidak perlu lagi bekerja sendiri-sendiri menunggu pesanan atau menjual tenun sendiri

Dari semua wisata tersebut, yang paling banyak diminati adalah sanggar seni, makan di tengah sawah serta wisata religi.

 

  1. Taman Narmada

Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat  Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Berjarak sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram . Taman ini luasnya sekitar 2 ha dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (bulan Oktober-November). Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah(mata air) diasosiasikan dengan tirta amerta(air keabadian) yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut

Kompleks Taman Narmada ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu gerbang utama, jabalkap, telaga kembar, gapura gelang /paduraksa, mukedes, telaga padmawangi, balai loji, balai terang, patandaan, bangunan sekepat, balai bancingah, Pura Kelasa dan Pura Lingsar.

 

  1. Taman Mayura

 Taman Mayura terletak di jalan Purbasari, Mayura, Kecamatan Mataram  Kota Mataram  Nusa Tenggara Barat.

Taman Mayura Lombok ini di bangun oleh  raja  A.A. Ngurah Karangasem pada tahun 1744, yang dimana ketika itu kerajaan Bali masih berkuasa di pulau Lombok. Nama Mayura berasal  dari bahasa Sansekerta yang artinya burung merak.

Taman Mayura terdiri dari dua bagian yaituarea Taman dan area Pura.

Pada area taman kita akan mendapati sebuah taman yang di tata rapi, dan bersih dimana kita akan merasakan kedamaian dan ketenangan yang alami. Di taman ini kita terdapat sebuah bangunan yang berada di tengah-tengah kolam, yang bernama Rat Kerte, atau yang lebih sering di sebut sebagai Gili.

Pada area Pura , kita dapat melihat empat macam pura utama, seperti Pura Ngelurah, Pura Gunung Rinjani, Pura Gedong, dan Pura Padmasana. Area pura ini tidak hanya dikunjungi oleh umat Hindu saja, namun siapapun boleh masuk ke area pura tersebut, untuk bisa melihat-lihat dan mengetahui sejarah dari pura Taman Mayura Lombok.

 

  1. Pura Meru

Pura Meru Terletak di jalan Selaparang, Cakranegara, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Lombok , NTB

Pura ini didirikan oleh Anak Agung Made Karangasem, sekitar tahun 1720.  Pura Meru adalah tempat suci  umat Hindu yang paling  terkenal dan terbesar di Pulau Lombok. Pura Meru tak hanya menjadi tempat peribadatan umat Hindu saja, namun juga menjadi tujuan wisata yang paling diminati.

Pura Meru terbagi dalam tiga bagian. Bagian pura yang paling suci adalah Utama Mandala.Pura ini merupakan tempat bagi umat Hindu untuk beribadah.

Di bagian tengah Anda bisa menemui Madya Mandala, dengan gazebo dua tingkat yang biasanya dipakai untuk bernegosiasi.

Tepat di depan pura ini, Anda bisa menemui Nista Mandala. Yaitu sebuah halaman kosong. Tempat ini biasa digunakan untuk menggelar berbagai kesenian dalam upacara-upacara tertentu.

Pura Meru Cakranegara ini dan lokasinya juga tak jauh dengan pura taman Mayura. Letaknya hanya berseberangan jalan.

 

  1. Pura Batu Bolong

Pura Batu Bolong merupakan sebuah pura yang terdapat di daerah Senggigi, Kabupaten Lombok Utara  , sekitar 20 km ke arah Utara  dari kota Mataram. Apabila kita melakukan perjalanan darat dari Mataram menuju pelabuhan Bangsal dimana tempat penyebrangan reguler ke Gili Trawangan melalui jalur pantai, anda akan melewati pura ini. 

Batu Bolong di pantai ini. Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai

Nama Pura Batu Bolong itu sendiri sesuai dengan sebuh batu besar dengan lubang di tengahnya yang terdapat di pura tersebut. Salah satu pura yang terdapat di dalam area Pura Batu Bolong bernama pura Ratu Gede Mas Mecaling, letaknya di depan, dekat dengan pintu masuk pura.

Pura Uluwatu menempati lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia dengan ketinggian sekitar 70 m di atas permukaan laut. Karena letaknya di atas tebing, untuk sampai ke lokasi pura orang harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi. Bangunan pura ini menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke arah barat atau ke selatan. Di sepanjang jalan di tepi luar pura terdapat ratusan kera yang berkeliaran. Walaupun tampak jinak, kera-kera tersebut seringkali mengganggu pengunjung dengan menyerobot makanan atau barang-barang yang dikenakan.

Seperti halnya pura-pura yang yang ada di pulau Bali, pura ini juga mengharuskan pengunjung untuk menggunakan kain berwarna kuning di pinggang selama berada di dalam area pura, juga menjaga kesopanan karena sejatinya pura merupakan tempat ibadah keagamaan. Selain itu terdapat peraturan bahwa wanita yang sedang berhalangan dilarang memasuki area pura.

Pura Batu Bolong yang terletak di Lombok in memiliki makna tradisi yang berkaitan dengan kehidupan budaya masyarakat Hindu di Lombok yang diwariskan oleh budaya Bali. Selain secara histonis-geografis punya kedekatan, masyarakat umat Hindu setempat tetap masih kuat melekatkan makna tradisi didalamnya. Secara prinsip punya kemiripan dengan makna tradisi yang ada Bali. Hal ini terlihat dari jenis-jenis pelinggih yang dibangun di pura itu.

 

  1. Pura Suranadi

Pura Suranadi terletak di jalan Wisata Suranadi, Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat NTB. Pura yang hanya berjarak 30 menit dari pusat  Kota Mataram. 

Keberadaan Pura Suranadi erat kaitannya dengan lima mata air (Panca Tirta atau Pancaksara) yang ada di lokasi tersebut, yaitu Mata Air Toya Tabah, Mata Air Toya Pabersihan, Mata Air Toya Panglukatan, Mata Air Tirta, dan Mata Air Pangentas. 

Kelima pancuran suci ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, yang dalam bahasa Sasak disebut “Ngentas Male”. Masyarakat Hindu percaya bahwa setelah berdoa, kemudian menyucikan diri dengan air dari kelima pancuran tersebut, maka mereka akan mendapatkan kehidupan yang baru atau “Suranadi”.

Menurut legenda, pancuran suci ini berhubungan dengan seorang penyebar agama Hindu dari India yang bernama Dang Hyang Nirlata. Ia menyebarkan ajaran Hindu mulai dari Jawa, Bali, dan kemudian ke Lombok hanya dengan berjalan kaki. Ia selalu membawa sebuah tongkat. Saat mencapai Lombok, ia dan rombongannya sampai ke kawasan Suranadi. Di kawasan ini mereka beristirahat empat kali. Dan setiap beristirahat, Dang Hyang Nirlata menancapkan tongkatnya ke tanah dan keluarlah air yang bersih. Demikian empat dari lima pancuran tercipta.

Pancuran yang pertama disebut “air suci pembersih”. Yang kedua disebut “air suci pengentas”. Yang ketiga disebut “air suci pelukatan”, dan yang keempat disebut “air suci petirta”. Untuk mengingat jasa Dang Hyang Nirlata, umat Hindu di Pulau Lombok bagian Barat mengadakan upacara setiap bulan purnama Sasih Kapat (sekitar bulan Oktober dan November).

Pura Suranadi memiliki tiga buah kelompok pura. Masing-masing diberi nama sesuai dengan fungsi sumber air yang ada di dalamnya. Masing-masing pura itu memiliki area jaba sisi, jaba tengah, jeroan (tri mandala). Pura-pura tersebut,yaitu :  (1) Pura Ulon (Gaduh), yakni terletak di ujung timur laut, berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Taman Wisata Alam, halaman Pura Ulon terdapat Mata Air Panglukatan dan Petirtan; (2) Pura Pangentas, terletak tidak jauh dari Pura Ulon ke arah barat daya, Pura ini dilengkapi dengan dua palinggih dan terdapat Mata Air Pangentas, Panembak, dan Tirta Mapepada, Pura ini difungsikan sebagai tempat mengambil air untuk upacara pitra yadnya; dan (3) Pura Pabersihan yang berlokasi sekitar 300 meter dari Pura Ulon, Pura ini memiliki Mata Air Pabersihan dengan beberapa macam palinggih dan bangunan pelengkap upacara.

 

100 Meter dari Pura Suranadi, Taman Wisata Alam Suranadi.  Di sini kita bisa menikmati pemandangan alam dan udaranya yang sejuk nan segar . Karena hutan yang mengelilingi taman wisata alam ini masih terlindung dan terawat dengan baik. Di dalam Taman Wisata Alam Suranadi, kita tak hanya menemui pepohonan besar dan rimbun saja namun sesekali Anda akan menemukan tanaman langka, dan juga satwa-satwa liar seperti kijang, kera, dan berbagai macam burung.

 

  1. Pura Lingsar

 Pura Lingsar terletak di Desa Lingsar, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Bara  NTB. Pura ini adalah pura terbesar di Lombok yang dibangun sejak 1741 oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem dan dianggap pura yang paling suci di Lombok.

Keunikan Pura  ini adalah adanya gabungan antara niali-nilai agama Hindu dan Islam . Dengan latar belakang inilah yang menjadi daya tarik utama Pura Lingsar. Oleh karena itu kawasan pura ini terbagi menjadi dua. Di bagian utara terdapat pura Hindu bernama Gaduh, sedangkan di bagian selatan berdiri pura  Weku Telu bernama Kemaliq. Kemaliq ini digunakan sebagai tempat untuk berziarah dan untuk melaksanakan upacara (ritual) adat. Kemaliq berasal dari bahasa Sasak yang berarti suci dan keramat. Kemaliq merupakan perkembangan dari kata Al-Maliq dalam Kitab Al-Qur’an, yang berarti kembali. Kemaliq adalah kata simbol untuk kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan tempat kembali (kemaliq) seluruh mahluk. Sedangkan untuk nama Lingsar sendiri diambil dari Kitab Sansekerta, yaitu “Ling” berarti suara, dan “Sar” berarti air.

Pura dengan luas 26 hektar ini  menunjukkan harmonisasi antara agama Islam dan Hindu. Sehingga tak heran jika ritual 2 agama tersebut dapat berjalan berdampingan tanpa terjadi gesekan. Sebagai simbol menjaga kesucian pura ini maka setiap pengunjung diharuskan untuk menggunakan selendang kuning sebagai tanda penghormatan. Kendati selalu digunakan untuk beribadah dua agama yang berbeda namun dalam setahun sekali ada upacara yang melibatkan umat Hindu dan Islam di pura ini.

Upacara itu bernama Perang Topat. Dalam ritual ini mereka “berperang” menggukana topat atau ketupat yang dilemparkan kepada sesama temannya. Maksud dari perang ini adalah sebagai tanda bersyukur atas rejeki yang selalu dilimpahkan oleh Tuhan. Perang Topat biasanya dilakukan pada sebelum musim tanam pagi dan sesudah musim penghujan.

Kerukunan antarumat beragama tetap dijaga dan dipelihara sampai saat ini. Pada Sasih (bulan) ke-7 dalam kalender tradisional Sasak, sekitar bulan Desember dalam kalender Masehi, di Pura Lingsar digelar upacara adat Pujawali. Upacara Pujawali ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh masing-masing umat beragama (suku) pada tempat yang berdampingan. Umat Hindu sendiri dipimpin oleh Pemangku dan melaksanakan persembahyangan di dalam pura. Sedangkan upacara umat Islam Wetu Telu dipimpin oleh Amangku dan melaksanakan ritual di Kemaliq. Bagi umat muslim Wetu Telu, upacara Pujawali ini bertujuan untuk memperingati hari Wali Songo (sembilan wali) yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

 

  1. Pantai Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit ini terletak di ujung tenggara Pulau Lombok masuk di Wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Berjarak sekitar  86 Km dari kota Mataram di tempuh sekitar 3-4 jam perjalanan.

Beberapa spot yang bisa di nikmati di Tanjung Ringgit :

  1. Pemandangan Tebing terjal dengan ombak yang memukau. Kondisi geografis wilayah Lombok Timur umumnya berbukit dan bertebing Kars. Demikian juga dengan Tanjung Ringgit ini. Di tanjung ini Anda akan menemui deretan tebing kars yang terbentang panjang dan berkelok-kelok.
  2. Perlu dikembangkan sebagai tempat untuk melihat Tanjung Ringgit dari atas, jadi wisatawan bisa naik, dan melihat panorama Tanjung Ringgit dari Kejauhan.
  3. Sumur air tawar. Perlu dibuatkan jalan menuju ke bawah ke lokasi sumur itu, sehingga wisatawan bisa turun dengan aman. Di bagian bawah, perairannya di bawah terik matahari memantulkan berbagai warna yang memikat mata. Di balik airnya yang hijau kebiruan dan jernih, Anda bisa melihat deretan terumbu karang dari puncak tebing. Di sisi Barat Anda bisa menemui sejengkal pantai yang masih bersih alami. Nah, untuk mencapai pantai tersebut Anda harus menjelajah mencari jalan sendiri ke arah pantai.

Disarankan agar Anda berhati-hati karena jalan setapaknya cukup terjal dan berbahaya. Namun untuk Anda yang berjiwa petualang, mencapai pantai akan memberikan sensasi adrenalin yang mengasikan. Tentu saja Anda akan mendapatkan pantai yang masih alami serta asri dan bersih. Jika beruntung, di pantai ini Anda bisa menyewa perahu nelayan yang sedang lewat, untuk mengantarkan Anda ke tengah perairan. Anda bisa langsung menikmati kemegahan deretan tebing dari sudut bawah, sekaligus menyapa ikan-ikan terumbu beserta pemandangan bawah air yang menakjubkan dengan ber-snorkling.

Melangkah ke dasar tebing yang lain, Anda bisa melepas dahaga dengan minum dari sumur yang terletak tepat di bawah tebing. Namun jangan khawatir meskipun sumur tersebut juga tepat berada di pinggir laut, air di sumur tersebut merupakan air tawar. Unik, bukan? Anda juga harus berhati-hati saat hendak kembali ke area atas tanjung, mengingat medan yang cukup terjal.

  1. Meriam Jepang. Lokasinya yang berada di balik semak semak, wisatawan yang belum tahu pasti akan melewatakan objek yang satu ini, seandainya semak semak itu dibersikan, meriam dipagari, dan dirawat, pasti akan menjadi sangat elok dan gagah meriam itu.
  2. Goa Raksasa. Ini juga merupakan salah satu daya tarik yang luar biasa, Ada goa yang letaknya di ujung Tebing, coba bayangkan, keren abis. Bisa dibuatkan jalan/tangga turun ke goa nya, dipasang semacam lampu agar wisatawan bisa masuk tanpa kegelapan .

 

Namun aktivitas yang paling mengasikkan di Tanjung Ringgit Lombok Timur ini adalah menyapa mentari pagi atau sunrise. Aktivitas yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang gemar fotografi. Anda akan mendapatkan pemandangan yang menakjubkan dengan suasana yang segar dan sejuk.

 

  1. Pantai Mekaki

Pantai Mekaki berada di areal Taman Wisata Alam (TWA) Pelangan, Sekotong – Lombok Barat. Berjarak 67 km dari  Pusat Kota Mataram ataupun dari Bandara Internasional Lombok kita harus berkendara selama 2 jam untuk tiba di pantai ini.

Pasir pantainya memiliki dua karakter, yaitu pasir putih halus dan pasir merica.  Karena daerah kawasan Teluk Mekaki yang masih bersih dan terlihat perawan belum terjamah para wisatawan memberikan ketenangan tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang. Pantai Mekaki pasti akan memberi kesan kedamaian dengan hamparan pasir putihnya yang bertekstur halus dan panorama bukit-bukit yang berderet di sisi kiti kanannya menambah keeksotisan Teluk Mekaki.

Sebelum mencapai lokasi Teluk Mekaki, kamu sudah bisa mengintip keindahannya dari jauh lho! Teluk Mekaki sudah menawarkan keindahannya saat kamu tengah berada di perjalanan menuju ke teluk ini. Nah! Makanya jangan lupa untuk mengabadikan keindahan Teluk Mekaki dari ketinggian 100 meter. Kamu juga akan disambut oleh hamparan bibir pantai yang membentuk  lengkungan layaknya bulan sabit. Pasir pantai yang putih dan bersih serta ombak yang tenang berwarna hijau toska kebiruan, membuat kamu menyesal melupakan wisata pantai yang satu ini.

 

  1. Pantai Tanjung Salat

Pantai Tanjung Salat masih satu garis pantai dengan pantai Mekaki, kami disuguhi tumpukan karang raksasa dengan ombak besar yang menampar-nampar sisi karang tersebut. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

 

  1. Pantai Bangko Bangko 

Pantai Bangko Bangko terletak di Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, berhadapan langsung dengan pulau Nusa Penida Bali yang terlihat samar dari garis pantai. Berjarak 70 Km dari kota Mataram, dengan menempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Tidak hanya mengandalkan keindahan dan eksotisme alamnya, Pantai bangko-bangko juga menawarkan beragam aktifitas olah raga air yang bisa kalian coba disana, yang tentunya mampu membuat kalian betah berlama-lama berada di air.

Seperti Surfing/Berselancar, bahkan salah satu Organisasi resmi olahraga selancar Dunia menetapkan bahwa keganasan ombak pantai ini yang dikenal juga sebagai “Desert Point” layak masuk 10 besar terbaik, karena tipe ombaknya yang tidak mudah pecah hingga ketepian lalu gulungannya yang dalam serta tingginya ombak menjadikan tempat ini sebagai yang terbaik nomer 6 di Dunia dan bahkan mengalahkan sederetan Ombak-ombak Pantai di Bali, bahkan para peselancar professional dari seluruh Dunia mengatakan bahwa mengunjungi dan mencoba ombak Pantai Bangko-bangko adalah impian yang harus di wujudkan.

Selain memancing Pantai bangko-bangko juga bisa menjadi tempat berenang dan snorkling. Ya walau desert point di kenal dengan ombaknya yang ganas, namun ada juga disana tempat yang cukup landai dengan ombak tenang dan pasir putihnya yang lembut serta beragam jenis ikan dan terumbu karang yang masih terjaga, cocok untuk kalian pecinta snorkling.

  1. Pantai Mangsit

Pantai ini berada di Lombok Barat. Tepatnya di sebelah barat laut Pulau Lombok atau sekitar 50 km dari kota Mataram. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke tempat ini. Hampir sama seperti Senggigi, disekitaran pantai Mangsit banyak terdapat hotel, vila dan resort. Anda bisa memilih sesuka hati jika memang ingin berlama-lama di kawasan ini.

Berbeda dengan Pantai Senggigi yang ramai, Pantai Mangsit terbilang cukup sepi. Bagi Anda yang ingin mencari ketenangan, pantai ini menjadi pilihan yang sangat cocok. Hamparan pasir yang membentang dan hembusan angin laut yang sejuk menambah kenyamanan saat mengunjungi pantai yang terletak di bagian utara Kabupaten Lombok Barat ini.

Bagian belakang pantai dihiasi pepohonan kelapa yang membuat tempat ini terlihat begitu asri. Melihat kawanan sapi saat mencari makan menjadi pemandangan yang dapat Anda nikmati di Pantai Mangsit.

Akses ke Pantai Mangsit masih tergolong sulit. Untuk dapat ke sini, sebaiknya Anda menggunakan jasa penyewaan motor atau mobil. Belum adanya angkutan umum yang menuju Pantai Mangsit membuat perjalanan Anda sedikit tertantang untuk bisa sampai ke sini.

Pantai Mangsit mempunyai garis pantai yang lumayan panjang. Hal itu membuat kita bisa sepuasnya menikmati keindahan pantai ini. Kegiatan utama di Mangsit adalah snorkling. Keindahan kehidupan bawah lautnya menjanjikan panorama yang sayang kita lewatkan. Kelestarian biota lautnya masih sangat terjaga. Pesona lain dari pantai Mangsit adalah keindahan sunsetnya yang membuat para wisatawan banyak datang ke pantai ini pada sore hari. Bagi para penghobi fotografi, sunset di pantai ini akan memberikan view yang menarik. Pemandangan ini bisa dikombinasikan dengan aneka kegiatan pengunjung yang sedang bersantai di bibir pantai.

Jika langit sedang cerah. Kita bisa melihat matahari terbenam dengan sempurna. Warnanya jingga membuat suasana seluruh pantai pun merah merona. Belum lagi keindahan pantai berpasir putihnya yang membuat setiap orang betah berlama-lama. Warna perairan di pantai mangsit cenderung biru tua dan hijau toska di tepiannya. Ombaknya landai dengan perbukitan di beberapa sisi pantai.

Pantai ini berada di Lombok Barat. Tepatnya di sebelah barat laut Pulau Lombok atau sekitar 50 km dari kota Mataram. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke tempat ini. Hampir sama seperti Senggigi, disekitaran pantai Mangsit banyak terdapat hotel, vila dan resort. Anda bisa memilih sesuka hati jika memang ingin berlama-lama di kawasan ini.

  

  1. Pantai Batu Layar

Pantai batu layar letaknya dekat dengan pantai senggigi. Pemandangan sunset atau matahari terbenam bisa anda lihat langsung dari pinggir jalan raya.

Pantai batu layar letaknya masih di kecamatan batulayar, kabupaten Lombok Barat, dan tempatnya jarang dilalui angkutan umum kecuali taksi.

Untuk dapat menuju ke pantai batu layar yang jaraknya kurang lebih 10 km dari pusat kota mataram atau sekitar 2 km sebelum pantai senggigi ini, bisa menggunakan kendaraan pribadi roda empat maupun roda dua.

Karena Pantai Batu Layar letaknya berdekatan dengan pantai batu bolong, dan juga pantai senggigi maka luangkanlah waktu untuk mengabadikan keindahan pasir putih di pantai-pantai tersebut. Banyak orang yang mengunjungi batu layar Lombok mampir ke pantai batu layar karena pada saat hari libur atau pada hari minggu pantai ini padat banyak pengunjung.

 

  1. Pantai Kerandangan

Pantai Kerandangan berada sekitar 3 km dari pantai Senggigi ini menjadi salah satu spot favorit masyarakat untuk wisata karena pantai ini sungguh sangat rindang. Pantai ini berada di Jl. Raya Senggigi, Pemenang Barat, Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Keindahan Pantai Kerandangan, tidak hanya memukau masyarakat Kota Mataram, melainkan juga berbagai lapisan masyarakat di Lombok Tengah dan Lombok Timur apalagi mancanegara. Di Pantai Kerandangan ini anda bisa menjumpai atau menemukan pemandangan wisata yang mempesona. Keadaan di pantai ini juga indah dan suasananya yang tidak begitu ramai membuat hati anda menjadi teduh dan tentram. Pantai yang memiliki pemandangan yang bagus ini juga memiliki tebing-tebing atau bebatuan yang tak kalah menariknya juga.

 

Ada satu hal yang menjadi daya tarik di Pantai Kerandangan yaitu ombaknya yang sangat besar. Debur ombak bak putihnya kapas yang menggulung setinggi 3,5 meter, bukanlah sesuatu yang menyeramkan. Justru gulungan ombak seperti itulah yang menjadi ciri khas pantai ini, sehingga banyak turis mancanegara yang memanfaatkannya untuk berselancar di tengah gulungan ombak.

  1. Pantai Gerupuk

Pantai Gerupuk terletak di bagian timur Pantai Kuta, Lombok sekitar 65 selatan dari Kota Mataram, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk jarak sekitar 8 km dan 4 km dari Pantai Kuta dan Tanjung Aan, perjalanan relatif mudah mengikuti rute untuk menemukan pantai yang indah ini. Pantai Gerupuk yang terletak di pantai selatan Lombok ini adalah bagian dari Desa Gerupuk Lombok Tengah. Lapisan pasir putih yang lembut dengan sapuan lembut air laut biru yang jernih seperti kristal menciptakan suasana damai dan tenang di pantai ini.

Bagi Anda yang menyukai surfing, disarankan untuk mengunjungi Pantai Gerupuk. Pantai ini terkenal dengan gelombang yang indah dan memacu adrenalin. Gelombang, meski nampaknya sangat mudah di pandang mata, sebenarnya cukup tinggi dan kuat. Fenomena ini menjadikan Pantai Gerupuk sebagai salah satu tempat berselancar terbaik di Lombok. Di sisi tenggara pantai ini, Anda bisa menemukan lima tempat selancar yang berbeda yang memuaskan bagi peselancar. Yang membuat lima tempat berselancar ini unik adalah julukan tradisional yang diberikan oleh penduduk desa dan julukan internasional yang diberikan oleh peselancar asing. Adapun Namanya adalah Batu Teong (Dondon), Prigi (Inside), Giligoleng (Outside), Batu Lawang (Kids Point), dan Terasaq (Outside Left). Gelombang di tempat ini sangat liar dan tingginya bisa mencapai 3 meter, sehingga sangat menantang bagi peselancar untuk mengalahkannya.

 

  1. Pantai Tlawas

Kawasan wisata Pantai Telawas terletak di Selong Belanak, Lombok Tengah. Pantai Tlawas ini berlokasi persis di samping Pantai Semeti. Pantai Tlawas memiliki keindahan batuan alamnya yang sangat Indah, perjalana kesana membutuhkan waktu perjalanan selama kira - kira 1 jam 28 menit jika menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pantai Telawas di hiasi batu-batu terjal atau tebing itu dilewati oleh ombak yang kerap menghempas cukup berbahaya serta licin. Biasanya pengunjung kerap selfie di sana. Bahkan banyak pengunjung yang nekad menaiki puncak tebing berbahaya itu. Untuk mencapai bukit, pengunjung harus melalui bebatuan yang dilalui gelombang yang menghempas. Pengunjung harus menunggu gelombang surut sesaat, baru menuju bukit dengan cepat jika tak ingin terhempas dan terseret gelombang. Jadi, menaiki dan selfi di tebing  tidak direkomendasikan bahkan di larang oleh penjaga di sana. Pantai Telawas adalah tempat menguji adrenalin bagi pengunjung yang ingin mendapatkan spot gambar yang cantik. Karena Pantai Tlawas ini memang surga yang tersembunyi sekaligus menantang.

  1. Pantai Sire

Pantai Sire Medana berada di Dusun Medana, Lombok Utara, tepatnya 35 km dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. sekitar 1 jam dari Mataram.

Pantai Sire Medana adalah salah satu destinasi wisata yang cocok untuk Anda yang sudah berkeluarga. Anak-anak pasti akan senang bermain di hamparan pasir putihnya sambil berlarian di pantai dengan ombak yang landai ini. Hamparan pasir putih yang luas, air yang jernih, dan terumbu karang yang terjaga kelestariannya merupakan sebuah kombinasi keindahan yang sangat menawan. ak mengherankan kalau setiap jengkal lokasi wisata ini dimanfaatkan para wisatawan untuk memanjakan hasrat berenang, menyelam, serta snorkeling.

 

  1. Pantai Nipah

Pantai Nipah terletak di Dusun Nipah Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Jarak tempuh dari Bandara Internasional Lombok menuju Pantai Nipah sekitar 80 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Kondisi jalan aspal hotmix yang dijamin kemulusannya. Biasanya wisatawan dari BIL menginap di hotel di Kota Mataram atau langsung mencari penginapan di hotel sekitar Kawasan Wisata Senggigi Kabupaten Lombok Barat. Banyak pilihan hotel untuk menginap mulai dari skala backpacker sampai hotel berbintang, tinggal sesuaikan dengan budget yang dimiliki.

Pengunjung Pantai Nipah biasanya menghabiskan waktu dengan bermain air dan pasir, berenang, snorkeling , bermain kano, keliling naik perahu nelayan, dan foto-fotoan bareng keluarga, sahabat maupun pasangan. Fasilitas kamar mandi dan tempat bilas sederhana sudah tersedia.

  1. Pantai Pandanan

 

Pantai Pandanan yang lokasinya secara pemerintahan memang berada di Kabupaten Lombok Utara, namun secara geografis berada di sisi Barat Pulau Lombok. Kalau anda datang dari pusat Kota Mataram ada 2 cara yang dapat ditempuh untuk sampai ke Pantai Pandanan. Rute yang pertama adalah Mataram – Ampenan – Montong – Senggigi – Malimbu – Nipah – Pandanan. Sedangkan rute alternatif adalah Mataram – Gunung Sari – Pusuk – Perempatan Bangsal – Kecinan – Pandanan. Sedangkan waktu tempuh yang dibutuhkan dari Mataram jika berkendara adalah sekitar 1,5 jam saja. Waktu yang akan terasa cukup singkat karena kedua rute itu tidak akan membuat anda bosan di perjalanan. Tidak lain karena pemandangan sepanjang jalan yang juga tidak kalah mempesona dibandingkan tujuan utama yaitu Pantai Pandanan.

Pantai Pandanan ini sendiri sangat spesial karena memiliki panorama yang sangat cantik, berlatar perbukitan hijau, ditambah pepohonan nyiur yang berada di sisi pantai. Belum lagi pasir pantai yang putih dan bersih. Dijamin akan memanjakan mata dan membuat pengunjung betah berlama-lama di Pantai Pandanan. Tidak seperti mayoritas pantai-pantai yang berada di pesisir barat Pulau Lombok yang berpasir coklat, pantai ini memiliki pasir yang putih bersih dan halus. Aktifitas pengunjung yang datang ke sini biasanya untuk mandi-mandi atau sekadar mantai nyantai gitu karena selain pantainya yang landai juga arus ataupun ombak di sini relatif tenang.

  1. Pantai Tanjung Cina

Tanjung Cina dan Tanjung Perak tepatnya berada di Kecamatan Jerowaru, Desa Pemongkong. Kawasan wisata ini disukai oleh para pelancong yang mempunyai jiwa petualang dan penghobi fotografi. Tempat wisata ini merupakan area pantai dengan dataran tinggi sejenis perbukitan dengan tebing yang curam. Pemandangan yang paling disukai pengunjung Tanjung Perak dan Tanjung Cina adalah saat matahari tenggelam. Pada saat sunset keindahan alam tempat ini terlihat jelas. Langitnya sembuat jingga. Pantai yang terbentang di tempat ini pun ikut berwarna keemasan. Mengambil foto di atas bukit Tanjung Cina dan Tanjung Perak adalah view yang banyak disukai para penghobi foto. Pada saat cuaca sedang cerah, sunset di destinasi wisata ini semakin sempurna. Anda tinggal mengarahkan kemana saja kamera dan dengan leluasa merekam semua keelokan sebagian alam Lombok.

Dari Tanjung Cina dan Tanjung Perak kita bisa melihat pemandangan Samudera Indonesia atau perbatasan Samudera Hindia yang berupa laut lepas. Mungkin karena kondisi alam pulalah yang membuat tempat ini mempunyai karakteristik agak berbeda dengan panorama alam lainnya di Lombok. Tekstur batuannya unik plus gradasi warnanya yang menarik dan indah.

 

Kawasan ini dapat dicapai dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat desa atau sekitar 2,5 jam dari bandara. Anda sebaiknya menumpang kendaraan pribadi ke Tanjung Cina dan Tajung Perak yang berada dalam satu kawasan dengan Tanjung Ringgit yang lebih dulu populer. Rute menuju tempat ini adalah Mataram – Praya – Jerowaru.

 

  1. Pantai Kaliantan

Pantai Kaliantan terletak di Desa Kaliantan, Kabupaten Lombok Timur. Pantai Kaliantan berada di bagian Selatan dari Kabupaten Lombok Timur. Sekitar 72 Kilometer dari Kota Mataram. Namun letaknya tidak terlalu jauh dari Teluk Ekas. Untuk mencapai Pantai Kaliantan, Anda harus menggunakan kendaraan pribadi. Karena Anda tidak akan menemui angkutan umum yang menuju ke pantai ini.

Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan, Anda bisa mengambil rute Kota Praya-Mujur-Ganti-Sepapan-Jerowaru-Jor-Pemongkong-Ekas-Kaliantan. Namun sepanjang 5 Km dari jalan utama, sarana jalan akan semakin buruk. Lama perjalanan akan Anda tempuh sekitar 2 jam.

Pantai Kaliantan memiliki garis pantai yang cukup panjang, sekitar 2 Kilometer. Permukaan perairannya sangat tenang, dengan deburan ombak cukup jauh dari bibir pantai. Topografi di pantai ini terbilang unik. Yaitu kombinasi teluk-teluk kecil dan beberapa bukit. Pantai Kaliantan juga berpasir putih, namun agak kasar seperti butiran gula pasir. Namun yang istimewa dari pantai ini adalah pantai pasir putihnya yang bersih dan bebas sampah. Sehingga Anda bisa menikmati pantai dengan puas tanpa tergaggu oleh adanya sampah.

Tebing Pantai Kaliantan LombokSuasana di sekitar pantai sangatlah sepi. Anda tidak akan menemui warung atau toko di sekitar wilayah pantai. Demikian pula dengan hotel atau penginapan. Bahkan tidak terlihat aktivitas nelayan atau petani rumput laut di pantai ini. Di pantai ini tak banyak pepohonan yang tumbuh. Sehingga suasana pantai menjadi cukup terik jika Anda berkunjung pada siang hari. Apalagi jika banyak pengunjung yang mendatangi pantai ini di saat yang bersamaan. Bisa dipastikan Anda ikut berlomba untuk mencari tempat berteduh di bawah pohon. Namun pada siang hari pula, ombak di permukaan air menjadi lebih tenang. Sehingga Anda bisa mengusir teriknya matahari dengan berenang atau ber-snorkling. Karena keindahan pemandangan bawah air di Pantai Kaliantan Lombok ini, juga tak kalah dari wisata pantai Lombok lainnya. Menjelang senja, suasana akan berubah drastis. Pemandangan matahari terbenamnya yang sangat eksotis akan membuat Anda enggan meninggalkan pantai ini.

 

  1. Pantai Labuhan Haji

Pantai yang terletak di di pantai timur Lombok tepatnya di Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat ini sangat strategis untuk melihat indahnya matahari terbit. Waktu yang tepat ke Labuhan Haji selepas Subuh. Kita bisa mengabadikan momen dimana matahari baru saja muncul dari peraduan. Puas melihat keindahan pagi, Anda bisa bersantai sejenak di pantai yang berpasir hitam ini. Sunset di Labuhan Haji juga sayang untuk dilewatkan. Meski tak sebagus pemandangan kala matahari terbit namun sinar jingga yang menyilaukan ini menarik untuk diabadikan oleh kamera Anda. Di akhir pekan, Labuhan Haji ramai oleh pengunjung yang ingin menghabiskan waktu untuk bersantai sejenak. Ada yang bermain air, memancing atau membantu para nelayan menurunkan hasil tangkapan. Jual beli ikan pun terkadang bisa kita lakukan disini. Sembari melihat aktivitas pasar ikan dadakan kita juga dapat menyaksikan bermacam-macam tangkapan dari yang biasa kita lihat hingga jenis-jenis yang tak pernah kita temui.

  1. Pantai Antak Antak

Pantai Antak-antak berada di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Lombok Timur NTB. Pantai Antak-antak adalah pantai yang memiliki kolam renang asin seperti private pool atau semacam jacuzy seperti halnya Billabong beach di Nusa Penida Bali.

More adventurous people can try jumping off from the top of the rocks! (This carries a certain level of risk, so do proceed with caution.)

 

  1. Pantai Jagog Dalem

Pantai Jagog Dalem terletak di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Jaraknya dari Kota Mataram sekitar 55 KM. Perjalanan dari Mataram menuju Desa Mekarsari membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Pantai Jagog Dalem tersembunyi di balik sebuah bukit dan sedikit susah untuk dijangkau. Nah, karena terletak di tempat yang cukup susah dijangkau, maka tidak heran kalau Pantai Jagog Dalem ini masuk dalam daftar spot blusukan di Lombok yang masih sangat-sangat anti-mainstream.

Pantai Jagog Dalem memiliki garis pantai yang pendek dan kebanyakan didominasi oleh bebatuan. Banyak terdapat bebatuan di sini dan ukurannya pun bervariasi. Namun, ada satu batu berukuran sangat besar dan sangat unik yang menjadi ciri khas dari salah satu spot blusukan di Lombok ini. Batu ini memanjang dan berbentuk lancip/runcing dibagian ujungnya. Batu ini menjadi spot favorit untuk berfoto. Pantai Jagog Dalem juga dikelilingi oleh perbukitan. Pantai ini masuk ke dalam kawasan pantai selatan dan memiliki ombak yang ganas. Jadi, berenang di pantainya tidak direkomendasikan.

Dari atas bukit ini, terhampar pemandangan pantai yang sangat menawan dan eksotis. Sambil istirahat sejenak, kami mulai memencet shutter kamera kami dan mengabadikan panorama Pantai Jagog Dalem yang begitu indah dari atas bukit ini.

  1. Pantai Tebing

 

Pantai Tebing ini terletak di Dusun Luk Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Menuju tempat berjarak sekitar 42 kilometer utara Mataram itu, perjalanan bisa ditempuh dengan mobil, sepeda motor, atau angkutan umum. Pantai Tebing berada di jalan utama yang menghubungkan Desa Bayan dan Mataram. Dari jalan raya itu ada jalan tanah sepanjang 200 meter sebagai pintu masuk, cukup untuk dua mobil berpapasan. Sebelum tiba di pantai, para pengujung disediakan tempat parkir mobil dan sepeda motor.

Tebing pasir itu adalah menjadi semacam bukti letusan dahsyat Gunung Rinjani Tua atau Samalas tahun 1257.

  1. Tanjung Poki

Tanjung Poki terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Jaraknya dari Kota Mataram sekitar 84 KM dengan waktu tempuh selama 2 - 2,5 jam. Dengan rute yaitu: Mataram - Praya - Mujur - Ganti - Jerowaru - Desa Sekaroh. Trek menuju Tanjung Poki ini hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dengan medan berbatu yang cukup menantang.

Tanjung Poki tidak memiliki garis pantai seperti pantai pada umumnya. Tanjung Poki adalah pantai bertebing batu yang dikelilingi oleh perbukitan, jadi untuk berenang di tempat ini sangat tidak mungkin. Ombak di spot yang satu ini sangat besar dan ganas jadi anda  harus hati-hati. Ada beberapa kegiatan menarik yang memacu adrenalin yang bisa dilakukan di tempat ini.

Pertama memancing (dengan teknik popping) dan merasakan strike dari ikan Giant Travelly (GT) layaknya acara ‘mancing mania’.

 Kedua yaitu menikmati sensasi ombak yang bisa membuat jantung anda berdebar-debar. Ombak di Tanjung Poki ini sangat dahsyat dan tinggi nya bisa mencapai beberapa meter. Untuk merasakan sensasinya, anda cukup berdiri di puncak tebing dan menunggu ombak datang. Ketika ombaknya datang, anda akan merasakan sensasi yang benar-benar memacu adrenalin anda. Posisi tebing tempat berdiri cukup aman dan anda tidak akan terkena hempasan ombak, tapi harus tetap hati-hati dan waspada .

Ketiga, mungkin kalau anda malas membawa alat pancing atau takut dengan deburan ombak, anda bisa bersantai ria di tempat ini atau sekedar menikmati keindahan alamnya sambil berfoto ria. Spot yang satu ini sangat tenang dan nyaman, jadi sangat cocok untuk me-refresh pikiran anda.

  1. Pantai Tanjung Luar

 

Tanjung Luar merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Keruak, kabupaten Lombok Timur, provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Tanjung Luar merupakan satu dari 4 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Keruak.Desa ini memiliki jumlah penduduknya sebagian besar bersuku daerah Sasak, Bugis dan Bajau .

 

Bagi wisatawan yang berlibur ke Lombok anda tidak boleh melewatkan kesempatan berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Luar. Mulai jam 5 pagi Anda akan disuguhi suasana pasar ikan yang ramai sekali. Para nelayan menurunkan hasil tangkapan mereka. Kemudian ikan-ikan yang sudah ditangkap di bawa ke tempat pelelangan yang sudah ditunggu oleh para pembeli. Ikan yang dijual disini mulai dari ikan yang biasa kita lihat dipasaran hingga ikan berukuran besar (giant fish) seperti hiu.

 

Segala jenis isi laut, ikan hasil tangkapan bebas diperjual belikan. Mulai dari Udang, Kepiting, Kerang, Tiram, Cumi, Sotong, Tenggiri, Gurita, Baronang, Tongkol maupun Pari, Tersedia juga, ikan teri yang menjadi makanan kegemaran saya. Ikan – ikan itu, dijual dalam keadaan hidup maupun sudah diasinkan. Tak ketinggalan, jenis-jenis ikan mahal kualitas ekspor seperti Krapu, Traveli, Marlin, Cakalang bahkan Potongan Tuna. Ikan – ikan itu seolah dipamer dengan berbagai ukuran dan harga variatif. Ikan dengan ukuran besar biasanya dipotong kecil, namun banyak yang dijual dalam keadaan utuh tanpa goresan pisau.

  1. Pantai Goa Landak

Pantai  Goa Landak  terletak  di Desa Mandar, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Namanya memang unik, tapi bukan berarti pantai ini memiliki semacam Goa tempat hidup hewan Landak. Disalah satu sisi pantai ini terdapat bukit karang yang entah sudah berapa lama digerus oleh ombak. Hingga sisi pada bagian bawahnya menjadi cekung, seperti dikikis rapi. Masyarakat sekitar menyebutnya bukit ombak.

Dari atas ketinggian bukit karang inilah tampak keindahan pantai yang yang sepanjang garis pandang berpasir bersih, lautan jernih, kapal-kapal feri hilir mudik di kejauhan, juga perahu-perahu nelayan bagai titik-titik.Jajaran pohon kelapa yang tumbuh sepanjang bukit menjadi background pantai Goa Landak . Dari ketinggian ini pula bisa dilihat gili-gili yang terdapat di sekitarnya, seperti Gili Sudak dan Gili Kedis.

  1. Pantai Surga

 

Pantai Surga ini terletak di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, berdekatan dengan Teluk Ekas. Pantai Surga Lombok terletak sekitar 72 Kilometer dari Kota Mataram. Anda bisa mencapai pantai ini dengan menggunakan kendaraan pribadi, dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Pantai Surga ini garis pantainya pendek ternyata, dengan diapit bukit bukit unik di kanan kiri. Kita bisa susurin pantainya ke kanan atau ke kiri. Kanan dan kiri punya pemandangan yang menakjubkan.

 

  1. Pantai Meang

Pantai Meang terletak di desa Buwun Mas kecamatan Sekotong Tengah Lombok Barat NTB.  disamping di gunakan untuk paralayang, bagi para peselancar atau pemancing mania tempat ini adalah surganya bagi mereka karena kawasan ini termasuk destinasi wisata yang populer dipulau Lombok. Belakangan ini para pecinta paralayang NTB menobatkan Sekotong sebagai tempat destinasi terbang bagi para atlit tersebut. Pantai  Meang ini memiliki lokasi terbang yang lengkap dari pemula sampai yang pro bisa bermain dan bermanufer di pantai ini, ditambah dengan pemandangan yang begitu indah membuat para atlit betah melakukan take off ditempat ini. Selain itu pantai ini berdekatan dengan teluk sepi dimana teluk ini dikelilingi dengan terumbu karang yang sangat cantik baik untuk bagi para penyelam yang menginginkan wisata dalam air.

 

  1. Tanjung Bongo

Pantai Tanjung Bongo merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Pesonanya tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan pantai lain yang sudah terkenal di daerah ini. Lokasi pantai ini tidak terlalu jauh dari Kota Mataram. Jaraknya sekitar 60-65 km dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam atau sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Lombok.

 

Tanjung Bongo dapat dijangkau dengan terlebih dahulu menyusuri pantai Tanjung Aan di bagian barat saat air laut sedang surut. Momen surutnya air laut bisa terjadi pada pagi hari atau bisa juga pada sore hari. Selain itu, kita juga bisa melewati jalur laut dengan menggunakan perahu dari Pantai Tanjung Aan.

 

Tanjung Bongo sangat cocok dijadikan sebagai lokasi berlibur bersama pasangan atau keluarga. Pasir putih dengan batu karang yang indah serta bukit menjadi perpaduan yang sangat bagus dijadikan latar untuk foto yang indah.

 

  1. Danau Segara Anak

 

Danau Segara Anak adalah danau vulkanik yang terbentuk di kaldera Gunung Rinjani di lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Danau ini membentang di area seluas 11 kilometer persegi, dan mencapai kedalaman hingga 230 meter. Danau Segara Anak berada di sisi barat Gunung Rinjani di Desa Lawang Sembalun di Lombok, Indonesia Timur. Warna airnya yang biru seperti kelihatan lautan atau segara sehingga menjadikan danau ini bernama segara anak.

Perjalanan dari Desa Senaru, dan melalui kawah ke Danau Segara Anak membutuhkan dua hari dan satu malam. Ini dimulai dengan mendaki hutan hujan tropis, dan naik gunung ke tepi kawah. Perjalanan ke tepi Senaru adalah pendakian yang menantang hingga medan curam dan tebing tinggi, namun kelelahan ini dihargai dengan baik oleh panorama matahari terbenam yang menakjubkan Gunung Rinjani di ketinggian Bukit Plewangan

Danau  Segara Anak dengan air danau kebiruan yang mempesona berkilauan ratusan meter di bawah. Bagian atas kawah adalah situs kemah populer bagi wisatawan asing dan domestik untuk menghabiskan malam hari. Dianjurkan untuk mengatur alarm pagi agar tidak ketinggalan akan kemegahan fajar puncak Rinjani. Dari tepi kawah, terdapat turunan tajam sekitar 600 meter ke Danau Segara Anak.

Meskipun dengan ketinggian tinggi yaitu 2.010 meter di atas permukaan laut , berenang di danau ini tidak sedingin yang dibayangkan, air permukaan danau ini luar biasa hangat untuk ketinggian seperti itu, pada sekitar 20-22 derajat Celsius-jauh di atas gunung.

 

  1. Gili Kondo

 

Gili Kondo terletak di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Gili Kondo merupakan satu dari beberapa pulau kecil atau gili di timur Pulau Lombok. Gili ini berdampingan dengan Gili Bidara, dan dekat dengan Gili Lampu dan Gili Kapal. Gili Kondo memang bukan hanya sekedar tempat berwisata, tapi juga menjadi lokasi yang pas untuk memulihkan tubuh dan pikiran yang sudah lelah.

 

Gili Kondo relatif belum terkenal dibanding Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Gili Air dan gili-gili lainnya di Pulau Lombok. Tak heran, jika gili ini sepi dari pengunjung dan masih perawan. Kalau pun ada pengunjung, hanya warga lokal dan beberapa wisatawan mancanegara saja.

 

  1. Gili Rengit

Gili Rengit berada di daerah Pelangan di teluk Sekotong. Nama pulau ini sangat jarang terdengar tapi keindahannya tidaklah kalah dengan gili-gili yg sudah terkenal lebih dulu seperti gili Trawangan, Meno, Air maupun Nanggu.

Untuk  Gili Rengit  melalui pelabuhan Tembowong yang berjarak 58  Kilometer dari Kota Mataram. Perjalanan ke Gili Rengit  dari pelabuhan Tembowong Sekotong memakan waktu sekitar 5 menit. Gili Rengit merupakan tempat yang menawan untuk bersnokling karena mempunyai pemandangan bawah laut yang indah. Adapun Gili Layar adalah salah satu pulau yg berdekatan dengan gili Rengit.  Gili Layar juga tidak boleh di lewatkan bersnorkling karena di gili ini juga mempunyai yg indah dan bawah laut yang juga menakjubkan.

  1. Gili Asahan

Gili Asahan terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Gili Asahan masuk dalam status kawasan Desa Kepulauan. Ada 33 kepala keluarga yang menempati pulau ini.

 

Batas wilayah Pulau Gili Gede pada bagian sebelah utara berbatasan dengan Selat Lombok di bagian selatan berbatasan dengan Teluk Blongas, di barat berbatasan dengan Tanjung Bangko-Bangko dan untuk bagian timur berbatasan dengan Laut Desa Gili Gede.

Ada ratusan Gili di sekitar Pulau Lombok. Setiap Gili memiliki keindahan dan ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah Gili Asahan yang terletak di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Hamparan pantai dengan pasir putih yang alami juga menghiasi Gili yang terkenal di dunia para Diver.

Gili Asahan terkenal akan keindahan bawah lautnya. Terumbu Karang yang indah serta arus laut yang kuat membuat banyak para diver merasa tertantang untuk menyelam di daerah tersebut. Ada banyak penyedia jasa diving guide merekomendasikan anda untuk mengunjungi diving spot di salah satu dari banyak Gili di Lombok Barat ini.

 

Hal ini karena pulau kecil di Lombok ini memiliki spot-spot diving yang indah dan arus yang kuat sehingga para diver merasa tertantang untuk menyelam di daerah ini.

Bagi yang ingin menginap, terdapat sebuah penginapan bernama Pearl Beach Resort. Anda akan dilayani layaknya sebuah hotel.

 

Jika anda akan berkunjung ke Gili Asahan, jangan lupa untuk membawa kamera. Karena keindahannya sangat sayang untuk tidak diabadikan.

Hal ini karena pulau kecil di Lombok ini memiliki spot-spot diving yang indah dan arus yang kuat sehingga para diver merasa tertantang untuk menyelam di daerah ini.

Salah spot di Gili Asahan yang kerap dikunjungi diver adalah secret garden. Disini, arus perairannya lumayan kencang sehingga Anda harus berhati-hati dan memperhatikan arahan yang dikatakan oleh guide. Bagi penghobi fotografi underwater, secret garden mempunyai visibility sekitar 25 meter, cukup jelas untuk memotret berbagai terumbu karang dan ikan-ikan indah yang hilir mudik mengitari kita.

 

Disini kita bisa melihat nudibranch yang kerap menjadi incaran para diver karena keindahannya. Selanjutnya, ada sanking point.

Karakteristik perairannya dinamis, kadang tenang kadang berarus. Penghuni diving point ini adalah ikan-ikan dengan warna beraneka macam, soft coral, hard coral, anemone dan masih banyak lagi. Dengan visibilitas 25-30 meter memudahkan para fotografer mengabadikan keindahan ini. Diving spot selanjutnya yang tak kalah menawan adalah belangan. Disini terdapat gugusan pinacle coral dengan diameter 2 m dan tinggi sekitar 5 m. Kita bisa menjumpai frog fish dan lobster. Walau visibilitasnya Cuma berkisar 10-15 meter saja, namun belangan tetap saja menarik untuk dieksplorasi. Belongan juga cocok untuk menjadi spot penyelaman pada malam hari. Jika sedang bulan purnama, tak mustahil sinar bulan menembuh perairan di kedalaman tertentu. Ada sotong, udang-udangan, kepiting, ikan-ikan aneka rupa bisa kita jumpai disini.

 

Selain diving, kita juga bisa snorkling dan menikmati keindahan alam Gili Asahan yang cukup tenang. Gili Asahan juga dikaruniai bukit-bukit yang bisa Anda daki. Alam Gili Asahan menyajikan keanekaragaman fauna. Ada burung elang yang menemani liburan kita di pulau ini. Masyarakatnya juga ramah dan senantiasa welcome dengan para turis yang bertamu ke gili ini. Jika Anda sedang malas beraktivitas dan ingin menikmati waktu yang serasa melambat di Gili Asahan, kita bisa sambil memandang panorama sunset yang indah.

 

  1. Gili Patelu

Gili Petelu, yang tempatnya ada di daerah Jerowaru Lombok Timur, atau tepatnya di samping kiri Pantai Tangsi atau Pantai Pink.

 

” Petelu “, ada kata ” telu ” disini yang berarti tiga. Nah mungkin saja ya gegara disini ada tiga gugusan bukit kecil hingga diberi nama ” Gili Petelu ” .

 

Banyak wisatawan domestik ataupun wisatawan asing berdatangan ke tempat wisata yang berlokasi di Jerowaru, Lombok Timur . Selain menikmati keindahan pantai berpasir Pink ini, wisatawan dapat juga nikmati keindahan sebagian gili yang menyebar di sekelilingnya, satu diantaranya yaitu Gili Petelu. Suatu pulau kecil yang kerap dimaksud dengan juga Gili Tiga, lantaran ada kata ” telu ” yang berarti Tiga ini berupa pulau karang yang luas nya tak seberapa, tetapi mempunyai kontur berbukit dengan view yang indah, keren, menakjubkan dari atas, bentuk pasir yang seperti merica serta berwarna putih, dengan air laut yang biru serta bening dan ombak yang tenang bikin wisatawan seperti berenang di kolam pribadi. Sayangnya, kami tak snorkeling. Walau sebenarnya saya meyakini keindahan bawah lautnya masih tetap terbangun dengan baik. Menuju Gili Petelu dapat menyebrang dari Pelabuhan Tanjung Luar atau dari Pantai Pink (Tangsi).

 

Untuk menuju kesana butuh seputar 2, 5 jam dari Mataram serta dengan menyewa perahu kita telah dapat keliling ke sebagian obyek wisata di sekitar gili Petelu.

 

  1. Gili Sulat

Gili Sulat terletak di Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Di Gili Sulat Lombok terdapat hutan Mangrove (bakau), tempat hidup berbagai jenis burung. Anda akan menemui sebuah tempat wisata yang takkan terlupakan, dan menarik untuk diceritakan.

Hutan Mangrove di Gili Sulat LombokHutan Mangrove Gili Sulat secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Lombok Timur. Di pulau yang memiliki panjang sekitar 5,2 kilometer ini, Anda bisa menyaksikan hutan bakau yang masih alami. Berbagai spesies burung hidup di hutan tersebut. Salah satunya adalah Burung Bertong atau Burung Maleo (Macrocephalon maleo). Dalam kurun waktu tertentu burung ini bermigrasi ke daratan lainnya. Seperti Sumbawa, Bima, Pulau Bali, dan Pulau Sulawesi. Gili Sulat memiliki spesies Mangrove terlengkap se-Asia Tenggara. Saat memasuki hutan ini, Anda harus berhati-hati. Karena di tempat ini masih hidup beberapa spesies ular, salah satnya adalah ular hijau.

Keindahan Hutan Mangrove Gili Sulat tidak banyak diketahui terutama oleh pengunjung domestik. Sehingga pengunjung domestik yang mendatangi tempat ini masih sangat sedikit. Begitu pula dengan pengunjung mancanegara. Keterbatasan fasilitas pendukung membuat para pengunjung lebih memilih mendatangi Gili Kondo yang berada di sebelah Timur Gili Sulat.

 

  1. Gili Bidara

Ada 4 gili yang menarik perhatian sebagai tujuan wisata di Lombok Timur, yakni Gili Kondo, Gili Kapal, Gili Bidara dan Gili Lampu yang masuk wilayah Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Di Gili Bidara terdapat vegetasi yang kala itu sedang meranggas disebabkan cuaca yang sangat panas. Namun, pantai di Gili Bidara sangat indah, termasuk keindahan alam bawah laut yang tidak kalah dari Gili Petagan.

 

Penggemar snorkeling dan menyelam bisa menikmati keindahan terumbu karang di gili ini. Hilir mudik ber-snorkeling tidak jauh dari perahu yang ditambatkan pun sudah sangat menyenangkan. Namun, jika waktu memadai, bisa juga snorkeling hingga sekitar 20 meter dari pantai untuk menyaksikan terumbu karang di lokasi transplantasi. Berenang di Pantai Gili Bidara cukup aman dengan airnya yang tidak terlalu berombak di siang hari. Nikmati sensasi air laut yang asin di atas pasir putih yang menghampar luas.

Dari Gili Bidara, Gunung Rinjani yang anggun tampak terlihat jelas. Paduan gunung dan laut menciptakan pemandangan yang sungguh elok.

 

  1. Gili Lawang

Gili Sulat dan Gili Lawang. Kedua gili ini merupakan areal KKLD (Kawasan Konservasi Laut Daerah) yang letaknya di kecamatan Sambelia. Merupakan tempat pelestarian dan penelitian sumber-sumber daya alam-hayati di dalamnya, seperti mangrove, ikan, terumbu karang dan biota lainnya.

Gili Sulat dan Gili Lawang sendiri merupakan pulau dengan mayoritas vegetasi mangrove didalamnya. Dua pulau ini biasanya digunakan para nelayan untuk bersinggah melepas penat. Disini terdapat jembatan setapak dari kayu, sebagai jalan masuk kedalam hutan mangrove. Duo-Gili ini juga terkenal atas kawasan hutan magrove terbesar di Lombok.

 

  1. Air Terjun Segenter

Air Terjun Segenter ini lokasinya ada di timur Sesaot, tepatnya di Dusun Kumbi, Desa Lembah Sempaga, Narmada, Lombok Barat, dan berada di kawasan Taman Hutan Raya Nuraksa, sekitar 30 km dr Kota Mataram. Awalnya sih jalan bagus, namun setelah memasuki pintu gerbang Nuraksa, jalan full tanah berbatu dengan lebar pas untuk satu mobil, tapi jangan harap ya masuk pake mobil, kecuali pakai mobil khusus offroad, kayaknya sih masih bisa. Cara yang pas ya naik motor seperti kita, karena lumayan jauh bro, sekitar 4 km dari pintu gerbang ini dengan jalur ekstrim membelah hutan.

KONDISI AIR TERJUN

  1. Bagian Bawah

Dari tempat parkir, (tapi sebenernya bukan tempat parkir sih, kendaraan kita taruh di bawah pohon aja, plus ditutup daun daun, haha.. ini adalah saran dari warga lokal yang kebetulan juga dengan mengantar tamu ke air terjun ini menggunakan beberapa motor) kita jalan kaki menuruni anak tangga yang udah dibuat dengan bagus oleh warga menggunakan semen, jadi dijamin gak licin. Gak sampai lima menit berjalan, kita sampai juga di lokasi Air Terjun Segenter ini.

 

Sebenernya air terjun ini gak tinggi, kira kira gak sampai 20 meter tingginya, dengan debit air yang lumayan deras. Yang saya suka yaitu kolamnya, lumayan luas dan bersih jadi asyik buat mandi, tapi berhubung kemaren ada tragedi tenggelamnya pengunjung, kolam ini dikasih tali rafia merah yang membentang dari ujung ke ujung, dengan maksud agar pengunjung gak mandi ke pusat jatuhnya air.

  1. Bagian atas

Bedanya dengan air terjun yang lain di Lombok, di air terjun ini kita bisa menuju bagian atas air terjun dengan sangat mudah. Pas di parkiran jangan ambil jalan turun, tapi ambil jalan terusan yang arahnya berlawanan dengan arah arus sungai. Kira kira 200 meter berjalan, kita bisa sampai di bagian atas air terjun ini.

  1. Air Terjun Timponan

Untuk menuju ke Air Terjun Timponan ini, kita mengarahkan kendaraan menuju Dusun Punikan yang ada di Desa Batu Mekar, Lombok Barat, kira kira sekitar satu jam lebih dari kota mataram.

Kita sih menyarankan kesini naik motor aja, jangan mobil karena jalur menanjak dari dusun punikan ini tidak bisa dilalui mobil. Patokannya adalah sebuah jembatan di atas sungai kecil. Nah kalau naik mobil, ya mobilnya diparkir disitu, terus jalan kaki sejauh 5 KM

Air Terjun Timponan yang menjulaaaang tinggi, kira kira 30 meteran lebih.

 

  1. Air Terjun Sekeper

Air terjun Sekeper terletak di Desa Weker, Desa Santong, Kecamatan Kanyangan, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Waktu tempuh yang diperlukan untuk menuju air terjun ini sekitar 4 jam dari mataram. Air Terjun Sekeper merupakan air terjun tertinggi di pulau Lombok dengan ketinggian sekitar 110 m dan berada di atas (hulu) Tiu Teja.  Selain kedua air terjun tersebut masih ada air terjun lain yaitu Tiu Bombong dan Tiu Sampurarung (Batu Apeq).

 

Keberadaan air terjun ini di dalam hutan Santong yang masih sangat alami, bahkan bisa dikatakan tersembunyi.

  1. Air Terjun Tiu Pupus

 

Air terjun Tiu Pupus terletak di Dusun Kerurak Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

 

Nama Tiu Pupus sendiri ternyata memiliki sebuah arti yang bermakna, Tiu memiliki arti genangan air sedangkan pupus artinya sebuah akar  yang nampak dari sebatang pohon di tebing sungai. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 m dengan kedalaman kolam 4 m dan luas 100 m persegi.

 

Wisata desa Genggelang menawarkan  Air Terjun Tiu Pupus yang akan membuat anda takjud dengan suguhan panorama pegunungan yang sangat indah, sepanjang mata memandang adalah tumbuh-tumbuhan hijau yang menyejukkkan mata. Keberadaan pantai ini belum begitu dikenal wisatawan, karena belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan Air Terjun Tiu Pupus.

 

Bagi anda yang ingin melihat langsung Air Terjun Tiu Pupus ini harus bersabar karena lokasi ini berjarak sekitar 70 meter dari Mataram. Jika berangkat dari Mataram akan memakan waktu sekitar 1 jam dengan arah Kerurak dengan menggunakan kendaraan pribadi. Jalannya sudah bagus dan juga ditunjang dengan adanya papan penunjuk arah sehingga Para Pengunjung atau wisatawan tidak repot dan takut tersesat jika pergi menggunakan kendaraan pribadi. Setelah sampai kita akan berhenti di Bendungan Sengkukun yang digunakan sebagai lahan parkir. Sehingga kita akan di bawa masuk melewati bendungan dan sampai di lokasi sekitar 15 menit setelahnya.

 

Untuk rutenya yaitu dari Mataram-Pusuk-Pemenang-Tanjung-Gondang-Ledang Bagian-Karang Kendal-Kerurak.Sesampai di Air Terjun Tiu Pupus anda akan dibuat takjub dengan ketinggian 50 meter dan lebar 10 meter serta luasnya mencapai 100 meter, tingkat air terjun yang cenderung miring yang menyebabkan para masyarakat memanggilnya dengan sebutan Tiu Pupus yang artinya aliran air yang berasal dari akar kayu karena di atasnya terdapat banyak pepohonan yang rindang.

 

Bagi kalangan wisatawan lokal tertarik dan takjub dengan keberadaan Air Terjun Tiu Pupus, karena menyajikan panorama alam yang memukau. kalangan wisatawan yang menyukai atau pecinta fotografi untuk melakukan foto dengan panorama Air Terjun Tiu Pupus akan menghasilkan semua foto begitu terlihat sangat memukau mulai dari yang romantis hingga yang esktrim .

 

 

  1. Air Terjun Penimbun Torean

Air terjun Penimbung terletak di Desa Sajang Sembalun yang merupakan  pintu masuk jalur pendakian Gunung Rinjani. Air terjun ini berada  di ketinggian 1200m dari permukaan laut.di tempuh 12 jam dari kaki gunung rinjani Sembalun Lombok Timur.  Air terjun yang terletak di kaki Gunung Rinjani melewati Jalur Torean merupakan favorit para pendaki gunung untuk berhenti sejenak melihat keindahan air terjun. 

Air terjun ini merupakan air terjun yang sangat tinggi memiliki ketinggian sekitar 100 meter dan aliran airnya begitu deras. Selain itu, udara di sekitar air terjun sangat dingin mengingat berada di kaki Gunung Rinjani. Debit air yang sangat tinggi membuat air terjun hanya bisa di lihat saja. Meski begitu  tidak perlu kecewa karena di sana kita  akan merasa suasana yang damai dan tenang.

  1. Air Terjun Tiu Teja

Air Tiu Teja terletak di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Dari Kota Mataram, air terjun Tiu Teja berjarak sekitar 60 Km, atau sekitar 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Air terjun ini merupakan salah satunya yang kini sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata baru. Karena jalur menuju lokasi air terjun dari jalan utama desa masih melintasi kebun dan hutan yang lebat sejauh 2 KM, saran kami kepada pengunjung agar menggunakan kendaraan sepeda motor saja. Bisa menggunakan mobil, tapi hanya bisa sampai di pintu gerbang di pinggiran jalan desa. Untuk menuju lokasi selanjutnya bisa menyewa jasa tukang ojek. Air terjun dengan ketinggian sekitar 40 meter yang tersembunyi di belantar hutan Gunung Rinjani yang masih alami dan asri ini. Panorama keindahannya bahkan mengalahkan air terjun lain yang sudah berkembang sebagai destinasi wisata lebih dulu.

Kalau air terjun lain, air yang meluncur turun biasanya tunggal (satu), atau lebar jika sumber air yang mengalir deras. Maka air terjun Tiu Teja merupakan air terjun kembar yang memiliki dua mata air terjun yang meluncur secara berdampingan. Indahnya lagi, ketika mendapat sinar matahari, sewaktu waktu akan muncul sinar pelangi diantara bias titik-titik air yang meluncur.

 

  1. Air Terjun Umar Maya

Air terjun Umar Maya terletak di Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Jarak yang kami tempuh dengan mengendarai sepeda motor dari Sembalun kurang lebih 30-45 Menit.

 

Medan jalannya sudah bagus. Tempat parkir sudah disediakan, plus beberapa warung yang berjualan makanan dan minuman.

 

Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Melewati jalan setapak, menurun, menuju aliran sungai. Setelah berjalan kurang lebih 300 Meter, kami menemukan spanduk penunjuk arah antara air terjun Madu dan air terjun Umar Maya.

 

Dilanjutkan track aliran sungai beserta batu batuan besar yang menyuguhkan pemandangan yang indah dan kami pun menyempatkan diri untuk berfoto.

 

Setelah berjalan kakai kurang lebih 200 Meter akhirnya kami tiba di Air Terjun Umar Maya. Air Terjun yang tidak terlalu tinggi (sekitar 6 Meter), memiliki telaga yang luas seperti kolam, dan airnya berwarna hijau keputih putihan (mengandung belerang).

 

Saat kami ke sini, banyak pengunjung yang berenang dan melakukan atraksi lompat dari atas air terjun. Pengunjung yang ramai membuat saya kesusahan dalam mengambil foto air terjun Umar Maya secara keseluruhan.

 

 

  1. Air Terjun Madu

 

Air Terjun Madu berada di sebelah atas dari Air Terjun Umar Maya, jadi kita harus berjalan melawan arah arus sungai yang airnya putih bercampur belerang.

 

Sebenernya trek menuju Air Terjun Madu tuh gak susah, karena debit air di sungai ini kecil, sehingga kita bisa berjalan menyusuri pinggiran sungai ini. Biar lebih jelas sih, saranku silakan kalian baca dulu postingan mengenai Air Terjun Umar Maya karena lokasinya yang berdekatan dan tempat parkirnya pun sama.

Ternyata Air Terjun Madu ini lebih cantik daripada Umar Maya, lebih tinggi dan lebih aduhai buat difoto.

 

  1. Air Terjun Mangku Kodek

Air Terjun Mangku Kodek ini berada di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur. Persisnya terletak di antara Air Terjun Mangkusakti dan Kuda Sembrani, berada segaris, satu aliran dan tempat parkir kendaraan nya pun sama. Jadi kalau mau ke Mangku Kodek, ikuti saja jalur menuju Air Terjun Mangkusakti, dimana di gang masuk nya (3 km sebelum tempat parkir) terdapat baliho besar dengan gambar Air Terjun Mangkusakti.

Sebelum mencapai Air Terjun Mangku Kodek, kita akan melalui spot yang cantik, yaitu berupa sungai kecil dengan air berwarna putih kehijauan (belerang), dan diapit dinding batu yang lekukan lekukannya eksotis, seksi dan kekar... Instagramable banget... Kodek itu dalam bahasa sasak artinya kecil, sesuai dengan ukuran air terjunnya, coba lihat deh, kecil banget, tingginya paling cuma dua meter. Tapi air terjun kecil ini terlihat cantik dan eksotis gegara dinding batu yang ada di kanan kirinya.

Air Terjun Mangku Sakti memiliki debit air cukup besar dengan ketinggian sekitar 40 meter. Air terjun ini terbentuk dari aliran sungai dengan hulu Danau Segara Anak Rinjani. Air terjun ini warnanya berubah-ubah sesuai aktivitas dari Gunung Rinjani. Kadang airnya berwarna tosca yang artinya kandungan belerang di dalam air sedang tinggi. Akan tetapi, bila kandungan belerang sedang rendah airnya akan jernih dan agak hijau. Jika musim hujan, air terjun ini akan keruh karena airnya bercampur lumpur yang disebabkan oleh erosi. Air Terjun Mangku Kodeq tersembunyi di balik dinding bebatuan yang sangat eksotis. Untuk bisa melihat ait terjun ini, kami harus berjalan melewati sungai yang diapit oleh dinding bebatuan sekitar 25 meter. Saat berada di dalam sungai tersebut, saya merasakan sensasi petualangan yang sangat berbeda. Air sungai tersebut tidak terlalu dalam, hanya sampai pinggang saya. Kami harus ekstra hati-hati karena di dasar sungai terdapat bebatuan yang cukup licin dan membuat kaki sakit.

  1. Air Terjun Kuda Sembrani

Air Terjun Kuda Sembrani masih satu kawasan dengan air terjun Mangku Sakti dan Mangku Kodek. Jalur  menuju Air Terjun Kuda Sembrani cukup sulit dan melelahkan karena harus melewati bebatuan yang besar. Kita  harus berpegangan pada akar-akar pohon agar tidak terjatuh. Air Terjun Kuda Sembrani membentuk aliran berkelok yang mirip dengan Mangku Kodeq. Aliran airnya membentuk kolam kecil yang bisa digunakan untuk berenang bagi pengunjung.

 

  1. Air Terjun Koko Puteq

Kokok Putek atau kali putih adalah  sebagai salah satu sungai yang berada di perbatasan antara Kabupaten Lombok Timur dengan Kabupaten Lombok Utara merupakan primadona baru khususnya bagi masyarakat Desa Sambik Elen.

Betapa tidak pada musim kemarau saat ini Kokok Putek merupakan salah satu tempat melaksanakan semua aktivitas mulai dari mencuci pakaian sampai memberi minum ternak sapi.

 

Memang jika dilihat dari kondisinya air di Kokok Putek ini mengalir sepanjang tahun walaupun sedang pada musim kemarau. Selain itu konon air kokok putek ini juga dianggap mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit seperti gatal-gatal dan lain-lain.

Sungai ini sering di kunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, walaupun mereka hanya mampir sebentar untuk sekedar memotret.

 

  1. Air Terjun Mayung Puteq

Air terjun Mayung Putik terletak di Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun-Kabupaten Lombok Timur. Untuk kamu para traveller yang tidak sabar ingin menikmati sejuknya Air Terjun Mayung Putek, dapat menuju tempat ini dengan rute melewati kawasan Lombok Timur yaitu lewat Mataram – Narmada–Mantang–Kopang–Terara–Sikur–Aikmel–Suwela–Sapit–Lemo–Sembalun Bumbung–Sembalun Lawang Bira.

Air Terjun Mayung Putek memiliki perbedaan dengan air terjun yang ainnya. Kamu harus melihat sendiri perbedaannya. Air Terjun Mayung Putek memiliki ketinggian sekitar 60 m. Yang unik, air terjun ini memiliki kandungan belerang sehingga airnya berwarna putih. Nah! Maka dari itu, airnya dapat digunakan untuk menyembuhkan bebagai macam penyakit kulit.  Aliran air terjun ini berasal dari luapan Danau Segara Anak yang terletak  di puncak Gunugn Rinjani.

Jika anda dari Lombok Utara, kamu dapat melewati jalur Mataram–Pusuk atau sepanjang jalan Pantai Senggigi–Pemenang–Tanjung–Godang – Selengan–Batu Gembung–Desa Senaru–Dasan Grisak–Desa Sambek Elen–Bira.

 

Untuk mencapai lokasi Air Terjun Mayung Putek, anda harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit melewati jalan setapak menuruni anak tangga sebanyak 244  berbentuk melingkar mengikuti kontur pinggang tebing sungai Kokoq Puteq, melewati bukit dan menyeberangi sungai hingga tiba di lokasi air terjun berada.

 

Tentu saja untuk menuju Air Terjun Mayung Putek  bukanlah perjalanan yang mudah. Anda pun harus membawa bekal yang cukup karena penjual makanan akan sangat sulit ditemukan di daerah ini.  Akan tetapi lelah yang kamu rasakan  akan segera terobati begitu kamu menyaksikan kesejukan yang luar biasa dari percikan air terjun.

 

  1. Air Terjun Burung Walet Tetebatu

Air Terjun Burung Walet. Lokasinya berada di Desa Wisata Tete Batu di Lombok Timur. Lokasinya berada di balik gua. Gua ini adalah hasil erosi yang dihasilkan air sungai.

Gua yang dihasilkan sungai ini terbilang cukup lebar dan cukup gelap. Di sisi-sisi dindingnya terdapat air yang mengucur melalui akar-akar seperti membentuk sebuah tirai.

Air yang dingin mengalir di sungai ini karena terletak di kaki Gunung Rinjani. Tiba di air terjun, gelontoran air dengan deras memecah keheningan selepas dari gua dan membentuk sebuah kolam.

  1. Air Terjung Panggung

Air Terjun Panggung terletak di Lombok Utara, tepatnya di dusun Opong Sebangun, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Air terjun ini memang tidak setinggi air terjun lainnya tingginya hanya sekitar sepuluh meter. Namun keindahannya  tidak kalah menarik.  Batu-batu yang berada di atas air terjun, memecah aliran air dari atas dan membentuk dua buah air terjun sekaligus. Seolah-olah menjadi panggung pertunjukan yang luar biasa indahnya. untuk menuju tempat ini waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit  dari Mataram dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Sampai di  Air Terjun Panggung perjalanan anda akan terbayar dengan bening dan segarnya air  yang langsung berasal dari Gunung Rinjani ini.

 

  1. Air Terjun Tiu Ngumbak

Air Terjun Tiu Ngumbak terletak di Dusun Beleq, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara . Air Terjun Tiu Ngumbak merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Utara. Air terjun ini tidak terlalu terkenal di kalangan wisatawan. Lebih banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke destinasi ini.

Air Terjun Tiu Ngumbak ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Airnya jatuh dari ketinggian 40 meter dan air yang jatuh langsung mengenai bebatuan dan menghasilkan aliran air seperti ombak. Itulah mengapa air terjun ini dikatakan Air Terjun Tiu Ngumbak.

Air Terjun Tiu Ngumbak ini sebenarnya masih berada satu jalur dengan Air Terjun Tiu Teja. Hanya karena letaknya yang tidak staregis membuatnya tidak banyak diketahui oleh wisatawan.

Jalur menuju air terjun ini akan melewati pemukiman warga. Ini juga menjadi pemandangan yang menarik, karena wisatawan akan disuguhkan oleh rumah adat khas Lombok. Ini juga bisa menjadi spot foto yang menarik bagi wisatawan.

Sementara itu, dari perkampungan ini wisatawan akan melalui jalanan yang agak sulit. Yaitu melintasi perkebunan kopi dan kakao. Setelah itu, wisatawan akan melalui jalanan yang curam dan agak licin serta jurang di sebelah kirinya. Setalah itu wisatawan bisa menikmati keindahan dan kesegaran Air Terjun Tiu Ngumbak ini.

  1. AirTerjun Kerta Gangga

Air Terjun Kerta Gangga berada di Dusun Kerta Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU). Di tempat ini terdapat tiga air terjun. Ketiga air terjun tersebut bisa kita nikmati dalam satu kali kunjungan. Akses jalannya cukup bagus, dari Tanjung yang merupakan pusat pemerintahan KLU menuju timur ke Desa Gondang. Di sebelah kanan jalan terdapat penunjuk arah ke air terjun tepat di pertigaan jalan.

Dari tempat ini, kira tujuh kilo meter lagi Anda tiba di tempat yang kita tuju. Jalannya berhotmix namun tidak terlalu lebar. Di beberapa titik terdapat jalanan berpasir. Bahayanya pasir tersebut terdapat pada kelokan-kelokan. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati. Sepanjang jalan ini banyak tanjakan dan penurunan berkelok yang tidak terlalu tajam. Namun demikian, Anda tetap harus berhati-hati mengingat ruas jalan yang tidak lebar. Selain itu, di sebelah kanan jalan terdapat panorama barisan bukit hijau berlatar pemandangan laut biru indah yang siap menggangu konsentrasi berkendara. Pastikan Anda tidak tergoda menikmatinya sambil berkendara. Anda harus mengutamakan keselamatan.

 

Setelah beberapa kilometer melintasi jalan berhotmix, saatnya belok kanan memasuki Dusun Kerta.Untuk memasuki jalan ini sekali lagi harus berhati-hati karena posisinya pas di tanjakan berkelok. Pengendara yang datang dari arah berlawan tidak dapat melihat Anda yang akan memotong jalan. Biasanya pengguna jalan ini memacu kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi.

 

Dari pintu masuk Dusun ini, dua kilo meter lagi Anda akan tiba di Air Terjun Kerta Gangga. Jalan menuju Dusun tersebut merupakan rabatan yang menurun kemudian menanjak. Tepat di tanjakan tersebut terdapat pertigaan dan silahkan ambil kiri untuk arah Air Terjun Kerta Gangga. Setelah melewati jalan di pemukiman penduduk, Anda masih akan melintasi jalan sepanjang beberapa ratus meter sebelum tiba di tempat parkir.

 

  1. Hutan Sesaot

Hutan lindung Sesaot adalah wisata hutan yang terdapat Desa Sesaot, sekitar 5 km sebelah Utara Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kondisi hutan yang masih sangat alami dengan sumber mata air yang berasal dari Gunung Rinjani ini membuat hutan lindung Sesaot layak untuk sarana melepas lelah. Berada di desa yang mayoritas penduduknya berasa dari Suku Sasak ini Anda akan dimanjakan dengan udara sejuk dan nuansa khas alam.

Kawasan hutan lindung Sesaot mempunyai luas sekitar 5.999,2 hektar. Seluas 5.935 hektar merupakan hutan lindung dan sisanya termasuk hutan kawasan wisata. Dari luas seluruhnya itu, 43 persen merupakan hutan buatan sedangkan sisanya adalah hutan alami.

 

Di tengah-tengah Sesaot terdapat sungai Aiq Nyet dengan batu kali yang besar-besar. Cobalah untuk berenang di sungai ini karena airnya sangat jernih dan sejuk. Bersihnya air sungai di hutan Lindung Sesaot ini menunjukkan bahwa sumber air di hulu masih cukup baik. Ya, kebersihan mata air Sesaot sangat penting karena 56 sumber mata air yang bermuara di kali Sesaot. Bisa dibayangkan jika mata air disini terkena limbah. Menurut banyak orang, terpeliharanya sumber mata air Sesaot tidak lepas dari peran warga desa yang ikut menjaga dan menanam sehingga mempertahankan tanah dari erosi dan longsor. Hal itu membuat tanah di hutan lindung Sesaot dapat menyimpan air dengan baik. Ya, inilah bentuk sinergi antara manusia dan alam. Sungai di hutan lindung Sesaot ini konon dianggap sebagai salah satu sungai suci di Lombok karena airnya berasal dari Gunung Rinjani yang menjadi tempat bermukimnya para dewa. Bahkan ada yang mengatakan bahwa airnya berkhasiat untuk menyembuhkan aneka penyakit kulit. Tidak itu saja, air di sungai ini juga tidak pernah kering kendati musim kemarau panjang. Di sungai ini, riuh anak kecil yang bermain air akan menjadi pemandangan yang lazim

  1. Bendungan Pengga

Bendungan Pengga terletak pada desa Pelambik, Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bendungan ini dibuat karena sangat banyaknya keluh kesah publik yang sering sekali gagal panen. Pulau Lombok Barat yaitu pulau yang memiliki area pertanian yang cukup luas juga saat season penghujan yang sangat singkat dengan intensitas curah hujan yang makin kecil dibandingkan daerah lain.

Area sekitar bendungan beberapa diantaranya terdiri dari bukit-bukit yang ditutupi dengan pohon rindang. Mengunjungi bendungan ini Anda seperti berada di tengan hutan buatan yang banyak didirikan di kota-kota besar di Indonesia. Pohon-pohon inilah yang membawa udara sejuk dan lembab. Belum lagi hamparan air yang kini menghidupi dan mengangkat taraf hidup masyarakat Pelambik dan Praya para umumnya. Itu mengapa, Pengga cocok untuk lokasi refresing. Menyegarkan jiwa dan raga selepas aktivitas yang terus mengikuti kita saat hari kerja.

Selalu cocok untuk menyegarkan mata serta fikiran kita. Selain itu, waduk ini difungsikan  warga setempat untuk memelihara ikan dan juga memancing. bagi anda yang hobi mancing obyek wisata ini pas untuk anda. Kini, bendungan Pengga semakin hari semakin banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

 

 

  1. Desa Sekarbela

Kampung Sekarbela tepatnya terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sejak lama daerah ini menjadi pusat perdagangan perhiasan. Desa yang berjarak 4 km dari kota Mataram ini merupakan sentra penghasil perhiasan mutiara. Begitu memasuki kawasan ini,  tepatnya di sepanjang jalan Sultan Kaharudin, Anda akan disuguhi deretan toko perhiasan yang rasa-rasanya tidak tega jika tidak di tengok. ama dengan sentra kerajinan lainnya, yang rata rata keahlian dalam membuat suatu barang diwariskan dari nenek moyang secara turun temurun. Di Sekarbela, penduduk desa ini tidak pernah secara khusus mempelajari teknik pembuatan perhiasan alias otodidak. Bahkan, meski produk Sekarbela sudah bisa bersaing tingkat internasional namun manajemen yang diterapkan untuk menggerakkan bisnis ini masih bersifat lokal dan kekeluargaan serta sangat sederhana. Di kampung Sekarbela ini,  kita bisa dimanjakan dengan begitu banyak pilihan desain perhiasan mulai dari gelang, kalung, anting, bros dan asesoris lainnya. Perhiasan itu bermacam macam bahan dasarnya, ada  yang menggunakan perak ataupun emas. Yang paling diminati pembeli adalah perhiasan dengan modifikasi seni ukir emas dengan kilauan mutiara.

 

Mutiara mutiara yang dijual di kampung Sekarbela ini merupakan mutiara budidaya air laut dan air tawar. Untuk mutiara hasil budidaya laut Indonesia biasanya memiliki tiga warna yakni putih, emas dan perak. Jangan ditanya soal kenampakannya, keindahan mutiara ini  tidak kalah dengan mutiara yang berasal dari luar negeri. Khusus yang dibudidayakan di Lombok, merupakan mutiara yang berasal dari air laut atau dikenal dengan sebutan “South Sea Pearlâ€. Konon mutiara asli Lombok ini adalah mutiara terbaik di dunia.

  1. Desa Bilebante

Desa dan Kelurahan Bilebante berada di Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.

Kawasan wisata Bile Bante di bangun diatas lahan seluas 80 are milik salah satu warga yang pengelolaannya diserahkan kepada pemdes Bile Bante.

Pasar Pancing merupakan salah satu desa wisata alam yang menyuguhkan berbagai macam keunikan yang berbeda dari yang lainnya.

 

Bagi pengunjung yang hobi memancing Pasar Pancing menyuguhkan wahana memancing. Bagi pengunjung yang hobi bersepeda, Pasar Pancing juga menyediakan wahana bersepeda.

 

Tak hanya itu, lanjutnya dengan memberdayakan  masyarakat disekitarnya dan untuk memenuhi selera para pengunjung, selain hiburan berbagai macam kuliner tradisional juga disuguhkan di Pasar Pancing.

 

Namun uniknya di Pasar Pancing ini pengunjung tidak dapat menggunakan uang tunai mereka secara langsung, melainkan harus menukarnya terlebih dahulu dengan uang kepeng di beberapa money changer yang telah disediakan.

 

  1. Desa Tetebatu

Tetebatu adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

 

 

Desa wisata Tetebatu berada di wilayah Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan jarak tempuh sekitar 2 Jam dari kota Mataram. Desa Wisata Tetebatu ini menjadi salah satu tempat untuk menikmati pesona keindahan pemandangan di kaki selatan gunung rinjani, yang memiliki pesona keindahan panorama pegunungan dan persawahan, kontur tanah di Tetebatu seperti anak tangga yang membentuk persawahan subur nan hijau. Dilokasi ini juga sering menjadi buruan para pecinta fotografer khususnya mereka yang ingin mengambil keindahan Sunsrise yang sangat menawan, dan di kala senja datang, wisatawan akan merasakan seolah – olah menyatu dengan keadaan alam yang begitu tenang, sunyi, dan sejuk. Di tambah dengan pemandangan langit yang bewarna merah keemasan, berpadu dengan kokohnya puncak Gunung Rinjani.

 

Desa wisata tetebatu juga menyuguhkan beberapa fasilitas penunjang bagi para wisatawan seperti, homestay, dan Rumah makan yang mudah dijumpai. Selain keindahan persawahan dan pegunungan, di desa wisata Tetebatu Juga Terdapat beberapa Air terjun seperti, Air terjun Ulem – ulem, Air terjun Burung Walet, Air Terjun Kokok Duren, Air Terjun Seme Deye dan Air terjun Jeruk Manis, perjalanan menuju air terjun tersebut memakan waktu jalan kaki ± 1.5 jam. Sepanjang perjalanan wisatawan akan melintasi beberapa rumah warga serta persawahan yang berbentuk seperti anak tangga,

 

Desa wisata Tetebatu merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbaik, selain itu desa ini juga terdapat perkebunan tanaman Holtikultura andalan berupa komoditas buah pala, salah satu produk olahannya yang siap di konsumsi atau dijadikan buah tangan/oleh – oleh adalah manisan buah pala. Manisan ini memiliki efek samping mengantuk. Jadi, setelah seharian menjelajahi tetebatu, beristirahat akan lebih tenang dengan mengkonsumsi manisan buah pala yang berfungsi sebagai obat tidur alami.

  1. Pusuk Sembalun

Pusuk Sembalun ada di kawasan lereng Gunung Rinjani, tepatnya di Jl. Wisata Gn. Rinjani, Ds. Sembalun Bumbung, Kec. Sembalun, Kab. Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Pusuk Sembalun ini sebenarnya adalah Taman Wisata. Tetapi, karena view yang disuguhkan mampu membuat hati siapapun yang mengunjunginya meleleh, Pusuk Sembalun kini menjadi spot selfie yang lagi hits dan instagramable dikalangan masyarakat.

Taman Wisata Pusuk Sembalun mempersembahkan sebuah panorama alam yang begitu memukau. Seperti gugusan tebing-tebing curam yang nampak indah yang dapat kita lihat secara langsung dari puncak jalan atau di lokasi Taman Pusuk Sembalun, hingga spot foto terbaik untuk menikmati keindahan Lombok dari sisi lain.

keunikan lain yang dapat kamu temui dari Pusuk Sembalun yaitu berupa sekumpulan monyet liar sepanjang jalan raya hutan rinjani hingga lokasi Taman Pusuk Sembalun. Tapi tak perlu takut, karna monyet-monyet tersebut termasuk jinak. Maka dari itu, sebaiknya sediakanlah oleh-oleh untuk mereka seperti kacang atau pisang.

 

  1. Bukit Nanggi

Bukit Nanggi ini masih terletak di kawasan Sembalun, Lombok Timur dan merupakan bukit tertinggi yang ada di kawasan Sembalun. Bukit Nanggi memiliki ketinggian sekitar 2.300 mdpl. Sebenarnya, pendakian menuju puncak Bukit Nanggi ini benar-benar perjalanan yang cukup berat dan penuh tantangan Untuk mencapai puncak Bukit Nanggi, normalnya kita membutuhkan waktu 5 jam atau tergantung kondisi fisik, bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Untuk mencapai puncak bukit, ada dua jenis medan yang akan kita lalui. Medan pertama yaitu melewati hutan dengan kemiringan trek yang masih rendah dan tidak begitu susah. Sedangkan medan kedua yaitu trek melewati rerumputan dan padang savanna dengan kemiringan di atas 70 derajat dengan kondisi trek yang cukup susah dan terjal. Pemandangan Gunung Rinjani yang berdiri dengan kokoh dan di bawahnya terhampar samudra awan yang luas

  1. Tetebatu Rice Terrace

Tetebatu desa kecil ini terletak di Lombok Timur, sekitar 15 kilometer jaraknya lurus ke selatan dari puncak Gunung Rinjani.

Tetebatu dan sekitarnya terutama dikenal dengan banyak area persawahan atau rice terrace yang akan mengingatkan kita pada Ubud di Bali.  Dan pemandangan rice terrace di sini hampir serupa dengan wisata rice terrace di Ubud. Nsmun di sini di tambah dengan pemandangan Gunung Rinjani, yang merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia.

Karena itu Tetebatu juga dikenal sebagai "Ubud Lombok". Tentu sawah, dan daerah sekitarnya yang damai dan hijau serta merta mengingatkan kita dengan masyarakat Ubud. Namun, ini jauh lebih tenang dan sepi dibandingkan Ubud sebagai tujuan wisata yang lebih dahulu mendunia.

Berbeda dengan Ubud di sini seni, kerajinan dan tarian tradisional tidak begitu menonjol, namun di Tetebatu menonjol dalam hal  pertanian.

Selain beras, masyarakat Tetebatu juga menanam tembakau, banyak buah eksotis, kakao, kopi, cabai, kacang macadamia, vanilla dan banyak lagi. Anda bisa membeli produk tersebut langsung dari penduduk setempat untuk mendapatkan yang lebih segar dan lebih alami.

 

  1. Rafting Di Desa Batu Mekar

Desa Batu Mekar kec. Lingsar. Wilayah Kecamatan Lingsar yang terdiri dari 10 desa yang sebagian penghasil buah.  Akan tetapi yang paling banyak menghasilkan terdapat di beberapa Desa diantaranya, Desa Karang Bayan, Desa Kumbung, Batu mekar dan Desa Duman, setiap desa yang disebutkan tadi merupakan penghasil buah yang menonjol.

.Wisata baru Lombok ini yakni Batu Mekar Lingsar menawarkan pemandangan persawahan subur dan bukit hijau dan dijadikan sebagai lokasi arung jeram. aliran sungainya yang deras di apit oleh bebatuan menjadi tantangan bagi wisatawan untuk mencoba arung jeram.

 

 

  1. Hutan Baun Pusuk

Di kawasan ini ada beberapa objek wisata di Lombok Barat bagian utara, seperti Gili Air, Gili Meno, dan Gili Terawangan, Kecamatan Pemenang. Di Pusuk terdapat ratusan ekor monyet yang selalu setia menanti dipinggir jalan untuk diberi makan oleh pengendara yang lalu lalang melintas dijalan yang berkelok-kelok.jalan di pusuk memang terlihat seperti kawasan puncak yang menawarkan sensasi yang berbeda bagi pengendara maupun turis asing.hutan lindung yang rimbun serta suara alam mengiringi monyet yang berjejer di pinggir jalan. Pantas jika disebut Pusuk Pass. Jangan lupa membawa pisang jika berkujung ke Pusuk.

 

  1. Pemandian Air Bukak

Pemandian Aik Bukak, Lokasinya di bawah rindangnya pepohonan kaki Gunung Rinjani, Kolamnya dikelilingi hutan hijau dengan suasana alam yang segar.

 

Aik Bukak berada di Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Dari kota Praya jaraknya seputar 20 km. Aik Bukak bisa ditempuh dengan memakai mobil seputar 1, 5 jam dari Senggigi atau 1 jam dari Mataram.ternyata suasananya sejuk, asri, jauh dari polusi dan kebisingan kendaraan. Pemandian ini lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik pada hari minggu dan hari-hari libur lainnya.

Kesegaran alam Aik Bukak bisa dipahami lantaran tempatnya ada di Gunung Rinjani yang dikelilingi rimba tropis serta panorama alam pegunungan dan hamparan sawah berpetak-petak. Air yang mengalir ke kolam juga datang dari mata air gunung Rinjani.

Terkecuali kolam untuk mandi, Aik Bukak juga dilengkapi dengan beragam sarana yang terkait dengan rekreasi, restoran, tempat pertemuan, penginapan serta toko souvenir.

 

Aik Bukak merupakan salah satu destinasi wisata yang pas untuk Anda yang mengajak keluarga. Anak-anak bakal memperoleh nuansa berlibur yang tidak sama. Terkecuali bisa bermain air sepuasnya, mereka dapat juga nikmati keindahan alam. Liburan di ruang terbuka saat ini sangat baik untuk mengajarkan anak berinteraksi langsung dengan alam

  1. Mesjid Islamic Center Lombok

Masjid Islamic Center Lombok adalah masjid yang terletak di kelurahan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar di Nusa Tenggara Barat setelah Masjid Raya At taqwa. Masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid Islamic Center Mataram dibangun dari masa kepemimpinan gubernur yang bernama Muhammad Zainul Majdi. Sedangkan rencana tersebut dapat terealisasi di tahun 2011 kemudian diresmikan tepat tanggal 15 Desember 2013. Bangunan masjid ini berada du atas tanah seluas 7,6 hektar. Berada di sudut jln. Langko dan Udayana sebagai jalur utama, yang dibangun sangat megah dari perpaduan karakteristik bangunan tradisional di Lombok dengan Sumbawa.

Bangunan masjid ini juga telah dilengkapi dengan menara yang menjulang tinggi sampai 99 meter. Ini sesuai dengan jumlah nama-nama Allah yang ada 99 atau asm’aul husna. Menara tersebut juga telah dibuka untuk wisata religi. Dari menara ini anda bisa melihat indahnya kota mataram di ketinggian dan bisa dilakukan ketika malam hari maupun siang hari.

 

Keberadaan yang sangat strategis karena letaknya tepat di pusat kota, menjadikan masjid ini sebagai tujuan wisata religi baik wisatawan asing maupun lokal. Pulau Lombok juga populer dengan sebutan pulau seribu masjid. Alasannya karena pada pulau ini ada banyak masjid yang bertebaran baik masjid yang bercorak modern maupun masjid yang sudah kuno. Sebutan seribu masjid juga mewakili kondisi religius dari masayarakat setempat.

angunan masjid yang berada di pusat kota ini juga mempunyai 5 menara yang berdiri sangat tinggi. Dengan salah satu menaranya merupakan menara tertinggi yakni sampai 99meter yang melambangkan asmaul husna yang ada 99.

 

Dalam menara tersebut juga dilengkapi oleh lift. Hal ini bertujuan agar lebih memudahkan para pengunjung yang ingin mencapai tingkat teratas menara tersebut. Bangunan megah ini juga terlihat lebih cemerlang karena adanya cat berwarna dominan kuning emas serta krem yang dipadukan dengan warna hijau tosca.

 

Luas area masjid Islamic Center sekitar 74,749 meter persegi. Sementara untuk bangunan utamanya dengan luas 36,538 meter persegi, terdapat juga gedung pendidikan seluas 140,92 meter persegi. Bukan Cuma itu saja, ada juga gedung pengkajian seluas 8,928 meter persegi, wilayah komersial seluas 15,819 meter persegi yang nantinya dipergunakan untuk hotel syariah.

 

Masjid dengan bangunan masjid yang terdiri atas empat lantai ini juga sudah dilengkapi oleh Bollroom. Terdapat busman yang mampu menampung hingga 200 kendaraan beroda empat dengan 2000 kendaraan untuk roda dua. Untuk kapasitas jamaah yang tertampung pada masjid ini ialah sekitar 15.000 orang jamaah.

 

Bangunan kubah masjid Islamic center mataram juga sangat unik dan beda dengan bangunan kubah pada masjid lain yang ada di tanah air. Kubah masjid ini telah diberikan hiasan berupa motif khas batik sasambo sebagai motif batik khas daerah NTB. Warna keseluruhan masjid ini dengan kubahnya juga senada yakni berwarna hijau dan krem.

 

Selain kubah utama yang ada ditengah masjid, terdapat pula kubah kecil yang mengelilingi kubah induknya. Untuk kubah kecilnya diberi warna hijau keseluruhan dengan ada garis 4 buah berwarna krem. Kubah kecilnya seperti tipe kubah beton. Namun dengan ukurannya yang lebih kecil akan lebih mudah dibangun. Berbeda dengan kubah induk yang sangat besar yang ada ditengah masjid.

 

  1. Villa Hantu Senggigi

 

Villa hantu sebenarnya adalah sebuah bangunan yang tepat berada di pinggir pantai di atas Pantai Setangi, Lombok Utara tepat sebelum Malimbu. Villa ini adalah bangunan yang belum rampung dan nampak seperti terbangkalai. Entah karena disengaja atau tidak dibiarkan seperti itu oleh pemiliknya. Bangunan ini kemudian ramai didatangi oleh pengunjung karena memang tempat ini sangat instagramable.

Karena tepat di depan langsung pemandangan laut lepas dengan sunset dan juga terlihat Gunung Agung yang berada di Pulau Bali.

  1. Bangkang Cave

Bangkang Cave terletak di desa Bangkang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB

Gua berusia ratusan tahun ini terletak di desa Bangkang yang masih belum banyak dijelajahi oleh wisatawan.

Gua ini juga merupakan rumah bagi ribuan kelelawar, dan waktu terbaik untuk berkunjung adalah sebelum matahari terbenam. Anda bisa menyaksikan kejadian spektakuler ribuan kelelawar meninggalkan sarang mereka dan terbang keluar dari gua saat senja.

Tapi untuk menyaksikan pemandangan spektakuler tersebut kita harus  buka payung atau tudung penutup agar kita  tidak terjebak dalam hujan kotoran kelelawar

error: Content is protected !!
error: Content is protected !!