Sade#1
Desa Sade

Desa Sade adalah salah satu dusun di Desa Rembitan, Pujut, Kabupaten  Lombok Tengah, NTB. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak

Sade#1

 

Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.

Penduduk desa ini  masih menjaga keutuhan budaya dan pola hidup yang diwarisakan leleuhur mereka sejak 600 tahun yang lalu seperti bentuk bangunan, adat istiadat, tarian dan permainan musik, gaya berpakain dan penggunaan perlatan untuk keseharian mereka masih dalam kategori tradisional.

 

Sade#2

 

Karena itu Desa Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Kita bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Dengan atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, dan dindingnya  dari anyaman bambu, dengan lantai langsung beralaskan tanah.
Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’

Sade#3Beberapa hal unik tentang desa Sade antara lain :

  • Desa seluas 5,5 Hektar ini, memiliki  rumah tradisional sejumlah 150 dan setiap rumah terdiri dari satu kepala keluarga, dengan jumlah penduduk sekitar 700 orang.

    Semuanya masih merupakan satu keturunan, karena masyarakatnya melakukan perkawinan antar saudara dan bagi mereka pernikahan seperti ini mudah dan cukup murah, dibandingkan menikah dengan perempuan dari desa lain dan harus mengeluarkan beberapa ekor kerbau.

  • Setiap Bangunan di desa ini seperti masjid, rumah, lumbung padi dan tempat pertemuan umum memiliki ciri khas arsitektur Suku Sasak dimana dindingnya menggunakan pagar anyaman dari bambu dan tiang terbuat dari kayu, dengan atap yang terbuat dari alang-alang kering.

    Keistimewaan dari bangunan yang di desain seperti ini adalah akan menyejukkan di saat cuaca terik dan terasa hangat ketika malam hari.

    Salah satu keunikan dari rumah yang ada adalah cara perawatannya. Lantainya terbuat dari tanah liat yang di campur dengan sedikit sekam padi dan setiap sekali dalam seminggu atau pada waktu-waktu tertentu seperti sebelum di mualainya upacara adat lantai rumah digosok dengan kotoran kerbau dicampur sedikit air, kemudian setelah kering disapu dan digosok dengan batu.

    Penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu membuat lantai terasa halus dan lebih kuat. Masyarakat setempat percaya bahwa kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga, namun bila kita di dalamnya tidak mengeluarkan bau kotoran.

    Bangunan rumah di desa ini juga terbagi menjadi 3 tipe menurut penggunaannya:

    1. Bale Bonter yakni rumah yang dimiliki oleh pejabat desa.
    2. Bale Kodong untuk warga yang baru menikah atau orangtua untuk menghabiskan masa tua.
    3. Dan Bale Tani yang digunakan sebagai tempat tinggal mereka yang berkeluarga dan memiliki keturunan.

  • Kita juga dapat melihat atraksi budaya pada waktu tertentu di Desa Sade seperti permainan alat musik tradisional yang dikenal dengan Gendang Beleq, Tarian Cupak Gerantang dan juga Tarian Presean
  • Kaum perempuan di desa ini melakukan pekerjaan menenun kain, ketrampilan menenun merupakan bagian dari tradisi yang terus diwariskan dan menurut aturan adat bahwa seorang anak gadis yang cukup umur tidak boleh menikah jika belum bisa menenun kain. Salah satu produk kain tenun yang menjadi ciri khas Lombok adalah kain songket.

    Kita  dapat langsung melihat proses dan belajar bagaimana membuat kain tenun di Desa Sade yang dimulai dari pemintalan kapas kering menjadi benang. Benang yang telah rapi kemudian akan diberikan perwarna yang berasal dari bahan-bahan alami. Pembuatan kain songket sepanjang 2 meter memerlukan waktu pengerjaan antara dua minggu hingga tiga bulan, tergantung pada tingkat kerumitan polanya dan jenisnya.

Address 

Jakarta : 

Tower 88 lt 35 . Jl. Casablanca Raya Kv.88  Jakarta 

Denpasar : 

Jl. Bypass Ngurah Rai No. 21A lt 2 . Kuta. Bali.

Tentang Kami

Contact Us   :  08111515405, 085998004590

Follow kami di :

@2017 Lekatour