Tari Barong Dan Keris Batu Bulan

Tari Barong Dan Keris Batu Bulan terletakdi Desa Batubulan Kabupaten  Gianyar  Bali. Panggung pertunjukannya  setiap hari mulai pukul 9:00 WITA  selama kurang lebih 1 jam.

Barong Bali dipercaya sebagai metamorfosis dari Barong Ponorogo atau Reog, oleh raja Airlangga saat mengungsi ke pulau Bali untuk menyelamatkan diri. selain barong Ponorogo yang dibawa ke Bali, melainkan juga seperti seni sastra, aksara jawa, serta keagamaan. Dalam perkembangannya barong Ponorogo di rubah bentuk dan cerita sesuai kondisi masyarakat di Bali yang diperuntukan untuk kegiatan spiritual keagamaan.  Pengaruh yang di dapat pada barong Bali bisa di lihat pada bentuk barong Ponorogo saat tampil tanpa mahkota merak (Kucingan) dan pada Topeng Rangda yang mendapat pengaruh dari topeng bujang ganong. Serta kelompok orang orang yang mendalami ilmu kesaktian pada orang tua yang mendapat pengaruh pada perilaku kegiatan nyata warok muda dan warok tua yang sakti mandraguna yang saat ini masih terjaga di Ponorogo, meskipun kegiatan tersebut saat ini tertutup untuk kalangan tertentu.

Barong Bali adalah satu di antara begitu banyak ragam seni pertunjukan Bali. Tari Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai dengan Topeng dan kostum badan yang dapat dikenakan oleh satu atau dua orang untuk menarikannya. Di Bali sendiri ada beberapa jenis barong yakni Barong Ket, Barong Bangkal, Barong Landung, Barong Macan, Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutuk, Barong Lembu, Barong Kedingkling, Barong Kambing, dan Barong Gagombrangan.

Pengaruh yang di dapat pada barong Bali bisa di lihat pada bentuk barong Ponorogo saat tampil tanpa mahkota merak (Kucingan) dan pada Topeng Rangda yang mendapat pengaruh dari topeng bujang ganong. Serta kelompok orang orang yang mendalami ilmu kesaktian pada orang tua yang mendapat pengaruh pada perilaku kegiatan nyata warok muda dan warok tua yang sakti mandraguna yang saat ini masih terjaga di Ponorogo, meskipun kegiatan tersebut saat ini tertutup untuk kalangan tertentu.

 

 

Mitos

Dengan begitu  muncul jenis barong Bali dengan berbagai kepala hewan seperti babi, gajah, anjing dan burung yang menjadi kebanggaan tiap-tiap kota di bali. Masyarakat Bali percaya bahwa mahluk-mahluk halus tersebut adalah kaki tangan Ratu Gede Mecaling, penguasa alam gaib di Lautan Selatan Bali yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida. Saat itu, seorang pendeta sakti menyarankan masyarakat untuk membuat patung yang mirip Ratu Gede Mecaling, yang sosoknya tinggi besar, hitam dan bertaring, lalu mengaraknya keliling desa. Rupanya, tipuan ini manjur. Para mahluk halus ketakutan melihat bentuk tiruan bos mereka, lalu menyingkir. Hingga kini, di banyak desa, secara berkala masyarakat mengarak Barong Landung untuk menangkal bencana.

 

Jenis Barong Bali

Barong Ket atau Barong Keket adalah barong yang sosoknya menjulang tinggi. Sosoknya menyerupai manusia dengan tinggi dua kali tinggi badan orang dewasa. Sosok laki-laki dinamakan Jero Gede, sedangkan pasangannya disebut Jero Luh. Konon, barong jenis dibuat untuk mengelabui mahluk-mahluk halus yang menebar bencana. Barong Ket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan. Barong ini juga memiliki pebendaharaan gerak tari yang paling lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket merupakan perpaduan bentuk antara singa, macan,sapi dan naga. Badan Barong Ket dihiasi dengan kulit berukiran rumit dan ratusan kaca cermin berukuran kecil. Kaca-kaca cermin itu bagai permata dan tampak berkilauan ketika tertimpa cahaya. Bulu Barong Ket terbuat dari kombinasi perasok (serat daun tanaman sejenis pandan) dan ijuk. Ada pula yang mengganti ijuk dengan bulu burung gagak.

 

Barong Ket ditarikan oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk atau Juru Bapang. Juru Bapang pertama menarikan bagian kepala, Juru Bapang yang lainnya di bagian ekor. Biasanya Barong Ket ditarikan berpasangan dengan Rangda, yaitu sosok seram yang melambangkan adharma (keburukan). Barong Ket sendiri dalam tarian tersebut melambangkan dharma (kebajikan). Pasangan Barong Ket dan Rangda melambangkan pertempuran abadi andara dua hal yang berlawanan (rwa bhineda) di semesta raya ini. Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.

 

Barong Bangkal

adalah barong yang menyerupai babi dewasa. Di Bali, babi dewasa jantan dinamakan bangkal, sedangkan yang betina dinamakan bangkung. Itu sebabnya barong jenis ini disebut juga dengan Barong Bangkung. Biasanya Barong Bangkal dipentaskan dengan cara ngelelawang atau menari dari pintu ke pintu berkeliling desa pada saat perayaan hari raya Galungan-Kuningan. Barong ini ditarikan oleh dua orang penari dengan iringan gamelan batel/tetamburan.

 

Barong Landung

Miniatur Barong Landung "Jero Gede" di Museum Nasional . Barong Landung ditarikan oleh seorang. Ada sebuah lubang di bagian perut barong sebagai celah pandangan sang penari. Di beberapa tempat di Bali ada juga Barong Landung yang tak hanya sepasang. Barong-barong tersebut diberi peran seperti Mantri (raja), Galuh (permaisuri), Limbur (dayang) dan sebagainya. Musik pengiring tarian Barong Landung adalah gamelan Batel. Melihat Barong Landung, kamu mungkin teringat dengan Ondel-ondel. Ya, barong ini sangat mirip dengan tarian khas Betawi itu.

 

Barong Macan

Seperti namanya, barong ini menyerupai seekor Macan. Jenis barong ini cukup terkenal di kalangan masyarakat Bali. Pementasan barong ini sama dengan barong bangkal, yakni ngelawang berkeliling desa. Adakalanya pementasan barong ini dilengkapi dengan dramatari semacam Arja (opera tradisional Bali). Barong macan ditarikan oleh dua penari dengan iringan musik gamelan batel.

 

Barong Kedingling

Barong Kedingkling disebut juga Barong Blasblasan. Ada juga yang menyebutnya barong Nong nong Kling. Secara bentuk, barong jenis ini berbeda jauh dengan barong jenis lainnya. Barung ini lebih menyerupai kostum topeng yang masing-masing karakter ditarikan oleh seorang penari. Tokoh-tokoh dalam barong Kedingkling persis dengan tokoh-tokoh dalam Wayang Wong. Saat menari, cerita yang dibawakannya pun adalah lakon cuplikan dari cerita Ramayana terutama pada adegan perangnya. Pementasan barong kedingkling ini biasanya dilakukan dengan ngelawang dari rumah ke rumah berkeliling desa pada perayaan hari Raya Galungan dan Kuningan. Pertunjukan Barong Kedingkling diiringi dengan gamelan batel atau babonangan (gamelan batel yang dilengkapi dengan reyong). Barong Kedingkling banyak terdapat di daerah Gianyar, Bangli dan Klungkung.

 

Barong Gajah

Barong Gajah tentu saja menyerupai Gajah. Barong ini ditarikan oleh dua orang. Karena barong ini termasuk jenis yang langka dan dikeramatkan, masyarakat Bali pun jarang menjumpai barong jenis ini. Sekali waktu, pada saat-saat khusus, barong ini dipentaskannya secara ngelewang dari pintu ke pintu berkeliling desa dengan iringan gamelan batel atau tetamburan. Barong Gajah terdapat di daerah Gianyar, Tabanan, Badung dan Bangli.

 

Barong Asu

Barong Asu menyerupai anjing. Sama seperti Barong Gajah, Barong Asu juga termasuk jenis barong yang langka. Barong ini hanya terdapat di beberapa desa di daerah Tabanan dan Badung. Biasanya dipentaskan dengan berkeliling desa (ngelelawang) pada hari-hari tertentu dengan iringan gamelan batel atau tetamburan atau Balaganjur.

 

Barong Brutuk

Barong Brutuk termasuk jenis tarian langka yang ditarikan hanya pada saat-saat khusus. Barong ini memiliki bentuk yang lebih primitif dibandingkan dengan jenis barong Bali yang lain. Topeng barong ini terbuat dari batok kelapa dan kostumnya terbuat dari keraras atau daun pisang yang sudah kering. Barong ini melambangkan makhluk-makhluk suci (para pengiring Ida Ratu Pancering Jagat) yang berstana di Pura Pancering Jagat, Trunyan. Penarinya adalah remaja yang telah disucikan, yang masing-masing membawa cambuk yang dimainkan sambil berlari-lari mengelilingi pura.

 

Barong yang ditarikan dengan iringan gamelan Balaganjur atau Babonangan ini hanya terdapat di daerah Trunyan-Kintamani, Bangli.

 

Tipe Barong

Barong singa adalah barong paling umum ditemukan di Bali. Di Bali masing-masing kawasan memiliki roh penjaga di hutan atau tanahnya. Masing-masing roh pelindung ini digambarkan dalam bentuk satwa tertentu, Yaitu:

 

Barong Ket: barong singa, barong paling umum dan melambangkan roh kebaikan.

Barong Landung: barong berwujud raksasa, dipengaruhi budaya Tionghoa dan bentuknya mirip Ondel-ondel Betawi

Barong Celeng: barong berbentuk babi hutan

Barong Macan: barong berbentuk macan atau harimau

Barong Naga: barong berbentuk naga atau ular

 

.Ada banyak macam Barong Bali. Diantaranya adalah barong ketket, barong bangkal, barong asu, barong brutuk, barong kadingking, barong gegombrangan, barong gajah, barong macan, dan barong landung. Yang biasa ditampilkan di panggung pertunjukan di Batubulan adalah barong ketket. Sosoknya berwujud peduan antara singa, macan, sapi dan boma dengan hiasan rumbai-rumbai yang indah.

 

Jalan Cerita Tari Barong dan Keris

Nonton pertunjukan ini akan lebih asyik jika anda telah mengerti jalan ceritanya. Sehingga anda lebih menikmati koreografi tarian yang sengaja ditampilkan atraktif dan jenaka, tanpa terganggu pertanyaan dalam hati untuk menebak-nebak cerita di balik adegan demi adegan. Kecuali anda mengerti bahasa Bali yang digunakan.

 

Pasukan keris sedang beraksi

Dalam suatu adegan, mungkin anda akan dibuat ngeri kala para pemainnya menusuk-nusukkan keris tajam ke perutnya sendiri. Namun disaat lain, anda bisa dibuat tertawa terbahak-bahak meskipun tak mengerti sedikitpun bahasa Bali. Karena para seniman ini piawai menampilkan bahasa tubuh yang jenaka lewat tarian.

 

Adegan jenaka, matinya sang babi hutan

Tari Barong dan Keris mengambil cerita dari cuplikan episode cerita Mahabarata. Menceritakan tentang pertarungan antara kebaikan (Barong) dan kejahatan (Rangda). Barong digambarkan sebagai binatang mitologi berbentuk singa. Sedangkan Rangda digambarkan sebagai sosok raksasa berwajah bengis dan menyeramkan.

Keseluruhan cerita dibagi dalam lima atau babak, sehingga biasa disebut sebagai drama lima babak.

Cerita berpusat pada salah seorang Pandawa, yakni Sahadewa (Sadewa) putera bungsu Dewi Kunthi. Sahadewa akan dikorbankan oleh ibunya sebagai persembahan untuk Durga. Sesungguhnya Kunthi tak sampai hati mengorbankan anaknya, sehingga berniat membatalkan rencana pengorbanan itu. Namun kemudian karena terpedaya oleh bujukan Durga, Kunthi menjadi marah kepada Sahadewa, dan mengikatnya di bawah pohon sampai saatnya waktu persembahan tiba.

Kemudian datanglah Dewa Wisnu yang meberikan kesaktian pada Sahadewa sehingga menjadi tak terkalahkan.

Kala datang waktunya persembahan, Durga turun untuk membunuh Sahadewa. Namun ternyata tak mampu menaklukkan Sahadewa yang kini telah menjadi sakti. Sebaliknya malahan Durga dikalahkan. Sahadewa sebenarnya tak tega membunuh Durga, namun Durga sendiri meminta agar dirinya dibunuh, agar bisa masuk surga. Dan akhirnya Sahadewa membunuh Durga.

Terbunuhnya Durga menjadikan Kalika sang murid menuntut balas. Membela sang guru dengan mencoba membunuh Sahadewa. Kalika kalah, kemudian berubah wujud menjadi babi hutan. Namun karena terus diburu dikejar-kejar masyarakat menjelmalah dia menjadi burung raksasa (paksi).

Dalam wujud burung raksasa-pun ternyata Kalika tak mampu mengalahkan Sahadewa. Sehingga kemudian menjelma menjadi Rangda yang sangat sakti. Kini tak mudah bagi Sahadewa untuk mengalahkan Rangda. Sahadewa-pun berubah wujud menjadi Barong agar mampu menandingi kedigdayaan Rangda.

Perkelahian Barong vs Rangda

Perkelahian antara Barong dan Rangda ternyata tak pernah berakhir. Tak ada satupun yang menang maupun kalah. Pesan moral dibalik cerita ini adalah analogi dari pertarungan abadi antara kebajikan dan kebatilan. Selalu ada di muka bumi, tak pernah berakhir hingga kini. Meskipun kemudian Barong memanggil bala-bantuan pasukan keris sekalipun, tetap tak mampu menaklukkan Rangda yang sakti.

 

Penampilan tarian tradisional Bali (Tari Barong dan Kecak), termasuk gamelan pengiringnya, adalah salah satu yang paling menakjubkan di mata masyarakat internasional. Sehingga pantas jika wisatawan dari seluruh dunia, tak bosan-bosannya mengunjungi Bali.

Address 

Jakarta : 

Tower 88 lt 35 . Jl. Casablanca Raya Kv.88  Jakarta 

Denpasar : 

Jl. Bypass Ngurah Rai No. 21A lt 2 . Kuta. Bali.

Tentang Kami

Contact Us   :  08111515405, 085998004590

Follow kami di :

@2017 Lekatour