1.820.3345.33 Contact@TravelTourWP.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Alun Alun Kidul

• Alun-Alun Kidul terletak di sebelah selatan Keraton Yogyakarta, tepatnya di Jl. Alun-Alun Kidul, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Alun-alun Kidul menawarkan pesona Jogja di malam hari yang riuh sekaligus syahdu. Di tempat ini kamu bisa menikmati malam bersama kawan sembari duduk lesehan di bawah taburan gemintang. Hal lain yang wajib kamu lakukan saat berkunjung ke Alkid adalah mencoba permainan masangin serta mengayuh odong-odong atau sepeda tandem mengitari alun-alun.

• Kalau kamu mencari lokasi nongkrong di Jogja saat malam selain Malioboro dan kawasan Titik Nol KM, Alun-alun Kidul adalah pilihan terbaik. Terletak tak jauh dari Taman Sari, halaman belakang Keraton Yogyakarta ini menjadi tempat bercengkerama warga Jogja dan juga lokasi hangout para wisatawan di malam hari. Sejak sore, lapangan yang ditumbuhi 2 pohon beringin di tengahnya ini mulai menampakkan geliatnya. Pedagang membuka lapaknya, pemilik odong-odong mulai menyalakan lampu, dan satu persatu wisatawan berdatangan.

• Sebelum menjadi tempat nongkrong yang ngehits seperti saat ini, dulunya Alun-alun Kidul atau yang lebih dikenal dengan nama Alkid ini merupakan sasana latihan ketangkasan untuk para prajurit keraton. Halaman belakang istana Raja Jogja ini juga sarat akan cerita. Konon dibangunnya alun-alun ini agar bagian belakang Kraton nampak seperti bagian depan yang juga ditanami pohon beringin kembar. Hal ini bertujuan supaya keraton tidak terkesan membelakangi Laut Selatan yang dikuasai Ratu Kidul.

• Cerita lainnya yang begitu lekat dengan keberadaan Alkid adalah mitos masangin alias masuk di antara dua beringin. Sejarah ritual masangin ini berawal dari ritual topo bisu mubeng beteng yang dilakukan tiap malam 1 suro. Selama mengitari beteng, orang-orang tidak boleh bersuara. Akhir dari ritual tersebut adalah melewati ringin kurung. Konon di antara kedua beringin tersebut terdapat rajah yang berfungsi sebagai penolak bala. Orang-orang yang memiliki hati bersih akan mampu melewati ringin kurung, sedangkan yang berniat jahat tidak akan lolos.

• Saat ini masangin bukan lagi menjadi ritual, melainkan hanya sebatas permaian. Siapa pun yang berkunjung ke Alun-alun Kidul dan penasaran dengan mitosnya boleh mencoba permainan masangin ini. Usai bermain masangin, kamu bisa menyewa sepeda tandem atau odong-odong hias yang dipenuhi lampu warna-warni. Mengayuh sepeda dan odong-odong di tengah kerumunan manusia dan jalan yang cukup padat memaksamu harus ekstra hati-hati. Wisata malammu di Alkid bisa diakhiri dengan menyesap wedang ronde atau secangkir kopi sembari duduk lesehan di atas tikar.

• Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Di Alun-Alun Kidul
Masangin
Hal pertama dan utama yang wajib kamu lakukan saat berkunjung ke Alkid adalah melakukan permainan masangin. Aturan mainnya sangat sederhana, yakni kamu harus berjalan kaki dari ujung alun-alun hingga melintasi 2 ringin kurung (beringin kembar yang ada di tengah alun-alun) dengan mata tertutup. Sepintas hal ini terlihat sangat mudah. Namun percayalah, masangin tidak semudah kelihatannya. Rata-rata orang memerlukan lebih dari 1 kali percobaan sebelum bisa melewati pohon beringin. Biasanya mereka bukannya melintasi ringin kurung melainkan berbelok jauh. Berdasarkan mitos yang dipercayai masyarakat, konon hanya mereka yang bersih hatinya yang bisa melintas dengan sukses pada percobaan pertama.
Naik Sepeda Tandem & Odong-odong

• Salah satu hal yang menjadikan Alkid begitu semarak di malam hari adalah keberadaan sepeda tandem dan becak wisata atau odong-odong. Berhiaskan lampu warna-warni dan didekor secara menarik, dua alat trasnportasi ini akan menemanimu mengitari alun-alun. Cukup merogoh kocek sekitar Rp 15.000 – Rp 30.000, kamu sudah bisa menyewa sepeda tandem atau odong-odong. Mengayuh sepeda tandem atau odong-odong di tengah kemacetan jalan dan lalu lalang orang akan menjadi pengalaman yang mengasyikkan.
Ngangkring & Lesehan
Salah satu cara menikmati Alun-alun Kidul adalah dengan jajan di angkringan atau duduk lesehan di selembar tikar. Sembari menikmati makanan yang sudah dipesan, kamu bisa bercakap soal apa saja mulai dari dosen killer, tugas yang menumpuk, kuliah yang tak kunjung usai, cinta yang ditolak, hingga sok serius membahas negara. Taburan gemintang di langit malam serta udara dingin yang mulai merasuk akan menjadikan malammu di Alkid semakin romantis.
Wisata Kuliner
Selain makanan yang dijajakan oleh penjual angkringan dan warung-warung lesehan, di Alkid juga terdapat penjaja makanan lain seperti wedang ronde, tempura, es goreng, cilok, dan jajanan lainnya. Tak ada salahnya untuk mencicipi aneka jajanan yang akan mengingatkan pada masa kanak. Deretan café dan warung kopi yang ada di Alun-alun Kidul pun bisa kamu datangi. Jika kamu ke Alkid pada siang hari, silahkan mampir ke Warung Handayani di jalan menuju Plengkung Gading. Di warung ini kamu akan menjumpai brongkos yang benar-benar enak.